Pages

Sunday, March 8, 2026

SIWO PWI Pusat Kecam Intimidasi Wartawan di Laga Malut United vs PSM, Siap Adukan ke Kapolri

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat mengecam keras tindakan intimidasi yang dialami sejumlah wartawan saat meliput pertandingan BRI Super League antara Malut United dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha (GKR), Ternate, Maluku Utara, Sabtu (7/3/2026) malam.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 23.05 WIT setelah pertandingan usai. SIWO PWI menilai tindakan itu merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan hak-hak jurnalistik yang dijamin undang-undang.

Salah satu wartawan yang menjadi korban adalah Irwan Djailani, jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate. Ia didatangi dan diintimidasi oleh seorang pria yang diduga ofisial Malut United. Tak cuma itu, ia dipaksa menghapus rekaman video yang merupakan bagian dari kerja jurnalistiknya.

Ketua Umum SIWO PWI Pusat Suryansyah menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam atas peristiwa tersebut.

“Kami mengecam keras tindakan intimidasi yang dilakukan oleh ofisial Malut United terhadap wartawan peliput. Ini bukan sekadar tindakan tidak terpuji, tetapi pelanggaran nyata terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang,” kata Suryansyah dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (8/3/2026).

Menurut dia, wartawan yang hadir di lapangan telah mengantongi kredensial resmi dari penyelenggara kompetisi dan menjalankan tugas jurnalistik secara sah.

“Tidak ada satu pun pihak yang berhak menghalangi, mengancam, apalagi memaksa wartawan menghapus hasil kerja jurnalistiknya,” tegasnya.

Selain intimidasi terhadap wartawan, ofisial yang sama juga dilaporkan meminta steward mengusir sejumlah jurnalis dari tribun stadion meski mereka telah memiliki kartu identitas resmi peliput dari penyelenggara kompetisi.

SIWO menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penghalangan kerja jurnalistik yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Situasi di dalam stadion bahkan sempat memanas. Ofisial tersebut disebut membuntuti tim wasit hingga ke area ruang ganti, menggedor pintu dengan keras, serta melontarkan umpatan dan ancaman kepada perangkat pertandingan.

Akibatnya, tim wasit terpaksa bertahan di dalam ruang ganti sekitar satu setengah jam dan baru dapat meninggalkan stadion pada pukul 00.20 WIT setelah pihak kepolisian dan steward memastikan kondisi telah kondusif.

Ketua PWI Maluku Utara Asri Fabanyo juga mengecam tindakan intimidasi terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan.

“Tindakan yang dilakukan bos Malut United tidak dapat dibenarkan karena menghambat kerja jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang,” ujar Asri.

Ia menegaskan para wartawan yang meliput pertandingan tersebut telah bekerja sesuai prosedur dan dilengkapi kartu identitas resmi dari penyelenggara kompetisi.

“Mereka bekerja sesuai SOP dan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu segala bentuk penghalangan terhadap kerja wartawan merupakan pelanggaran hukum,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id.

SIWO PWI Pusat menyatakan akan segera melaporkan kasus tersebut kepada Kapolri serta mendesak aparat penegak hukum menindaklanjuti peristiwa itu secara serius.

Selain itu, SIWO juga meminta PT I-League selaku operator kompetisi BRI Super League menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum ofisial Malut United yang diduga melakukan intimidasi.

SIWO menilai insiden tersebut mencoreng citra kompetisi sepak bola profesional Indonesia.

Dalam pernyataannya, SIWO PWI Pusat juga mengingatkan seluruh pihak dalam ekosistem sepak bola nasional — mulai dari manajemen klub, ofisial tim, suporter, hingga penyelenggara kompetisi — bahwa kehadiran wartawan di lapangan merupakan bagian penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas dunia olahraga.

“Wartawan bukan musuh, melainkan mitra dalam memajukan olahraga Indonesia,” kata Suryansyah.

SIWO PWI Pusat juga menyerukan kepada seluruh wartawan olahraga Indonesia agar tidak gentar menjalankan tugas jurnalistiknya.

Organisasi tersebut menegaskan akan terus berada di garis depan untuk melindungi keselamatan dan kebebasan wartawan olahraga di seluruh Indonesia serta berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

Adblock test (Why?)


SIWO PWI Pusat Kecam Intimidasi Wartawan di Laga Malut United vs PSM, Siap Adukan ke Kapolri
Klik Source

No comments:

Post a Comment