
REPUBLIKA.CO.ID, SEATTLE - Keputusan VAR menganulir gol dramatis Iran, membuat negara itu memeroleh hasil imbang 1-1 melawan Mesir pada laga penentu kedua tim dalam Grup G di Stadion Seattle, Amerika Serikat, Sabtu pagi WIB. Meski tak terkalahkan, kelolosan Iran ke babak selanjutnya kini tergantung penampilan tim-tim lain pada laga sisa fase grup Piala Dunia 2026 ini
Sementara Mesir ke fase gugur setelah finis di posisi kedua klasemen akhir Grup G dengan torehan lima poin dari tiga laga. Mereka di bawah Belgia yang berada di peringkat pertama dengan poin yang sama, tetapi unggul dalam selisih gol. Sedangkan Iran berada di peringkat ketiga dan berstatus menunggu hasil dari Grup E, F, I, J guna menentukan posisi ketiga terbaik untuk lolos ke fase gugur.
Mesir membuka keunggulan cepat pada menit kelima melalui Mahmoud Saber. Gol itu lahir setelah Mahmoud "Trezeguet" Hassan mengirimkan umpan yang dimaksimalkan Saber untuk menaklukkan kiper Iran Alireza Beiranvand. Tim asal Afrika itu pun unggul 1-0.
Iran tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons gol tersebut. Pada menit ke-14, Ramin Rezaeian mencetak gol penyeimbang sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat pertandingan berjalan semakin terbuka karena kedua tim sama-sama membutuhkan hasil positif untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.
Sepanjang babak pertama dan kedua, kedua tim silih berganti menciptakan peluang. Mesir tercatat melepaskan 15 upaya mengarah ke gawang, sedangkan Iran membalas dengan 13 percobaan.
Laga juga berlangsung keras. Wasit mengeluarkan tiga kartu kuning untuk pemain Mesir dan empat kartu kuning bagi Iran. Kedua kesebelasan melakukan total 27 pelanggaran selama laga.
Drama terjadi pada masa injury time. Iran sempat mengira berhasil membalikkan keadaan ketika Shoja Khalilzadeh mencetak gol pada menit ke-90+3.
Namun, setelah meninjau tayangan ulang melalui video assistant referee (VAR), wasit menganulir gol tersebut sehingga kedudukan tetap 1-1. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dari kedua tim.
Hasil imbang tersebut memastikan Mesir melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai runner-up Grup G.
Skenario Iran
Sedangkan catatan Iran di Grup G adalah nol kemenangan, tiga hasil imbang, tanpa kekalahan. Saat ini, Iran belum tersingkir dari kompetisi karena mereka menempati posisi ketiga dan termasuk dalam delapan tim peringkat ketiga terbaik sebelum pertandingan besok.
Posisi Iran untuk lolos ke babak gugur belum aman karena tim-tim lain bisa finis di peringkat ketiga besok dengan perolehan poin yang lebih banyak daripada Iran. Tim-tim tersebut meliputi Ghana, Aljazair, dan RD Kongo.
Agar aman, Iran sangat bergantung pada hasil pertandingan besok di mana Kroasia, Aljazair, dan RD Kongo diharapkan kalah. Situasi menjadi rumit karena Kroasia dan Ghana akan saling berhadapan besok; jika Kroasia mengalahkan Ghana, tim asal Afrika tersebut akan finis di peringkat ketiga dengan empat poin dan menggeser posisi Iran dalam klasemen tim peringkat ketiga. Sebaliknya, jika Kroasia kalah, posisi mereka akan berada di bawah Iran, sehingga harapan Iran untuk lolos tetap terjaga.
Aljazair atau Austria akan finis di peringkat ketiga Grup J. Saat ini, Aljazair menempati peringkat ketiga dengan tiga poin, dan hasil imbang melawan Austria akan membuat mereka mengoleksi empat poin. Iran membutuhkan Austria untuk mengalahkan Aljazair agar perolehan poin tim asal Afrika tersebut tetap di angka tiga.
Kemenangan RD Kongo atas Uzbekistan juga bisa membuat Iran terlempar dari posisi delapan besar klasemen tim peringkat ketiga, karena kemenangan tersebut akan memberi mereka empat poin. Jika RD Kongo gagal meraih poin penuh saat melawan Uzbekistan, peluang Iran untuk melaju ke babak gugur akan semakin besar karena Iran akan memiliki poin lebih banyak dibandingkan mereka.
Belum Terkalahkan, Begini Skenario Iran Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia
Klik Source
