Pages

Friday, May 1, 2026

Hadapi Korea di Semifinal Piala Uber 2026 Sore Ini, Indonesia Kembali Duetkan Ana/Tiwi

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pasangan pebulu tangkis ganda putri Indonesia Amalia Cahaya Pratiwi (kiri) dan Febriana Dwipuji Kusuma (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tim Uber Indonesia bersiap menghadapi tantangan berat saat berjumpa Korea Selatan di babak semifinal Piala Uber 2026, Sabtu (2/5/2026), mulai pukul 15.00 WIB. Menghadapi kekuatan Negeri Ginseng, skuad Merah Putih melakukan sejumlah perubahan strategi, termasuk mengembalikan pasangan andalan di sektor ganda putri.

Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi kembali dipercaya mengisi posisi ganda pertama. Selain itu, Thalita Ramadhani Wiryawan diturunkan sebagai tunggal kedua menggantikan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.

Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, menegaskan keputusan tersebut diambil berdasarkan kesiapan terkini para pemain. Ia menyebut pemilihan pasangan telah melalui observasi mendalam dan diskusi bersama tim pendukung, mengacu pada hasil latihan terakhir.

Menurut Karel, kembalinya Ana/Tiwi didasari kondisi terbaik yang mereka miliki saat ini. Sementara itu, pasangan lain belum berada dalam performa optimal untuk menghadapi laga krusial ini.

Di atas kertas, Ana/Tiwi akan menghadapi pasangan tangguh Korea, Lee So Hee/Baek Ha Na yang saat ini menempati peringkat tiga dunia. Rekor pertemuan masih berpihak pada pasangan Korea dengan keunggulan 2-1.

Namun, kemenangan dua gim langsung Ana/Tiwi pada Kejuaraan Dunia 2025 menjadi modal penting untuk menghadapi duel sengit ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, mengapresiasi perjuangan tim yang berhasil menembus semifinal usai menundukkan Denmark 3-1. Ia mengingatkan para pemain untuk tampil berani dan maksimal meski lawan memiliki keunggulan peringkat.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Hadapi Korea di Semifinal Piala Uber 2026 Sore Ini, Indonesia Kembali Duetkan Ana/Tiwi
Klik Source

Dubes Iran dan Presiden FIFA Pastikan Timnas Iran Berangkat ke AS

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan negaranya tetap ikut dalam perhelatan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Penegasan ini disampaikan Dubes Boroujerdi saat berkunjung ke Republika, Kamis (30/5/2026).

Apakah Iran tetap mengirimkan tim nasional sepak bola nya ke Amerika Serikat untuk Piala Dunia? "Ya..ya Kami ikut," kata Dubes Boroujerdi menjawab Republika. Eksekutif Asisten Dubes Iran Ali Pahlevani Rad, menambahkan, "Ya kami datang, kami pasti main," kata Ali sambil tersenyum.

Pada hari yang sama, di tempat terpisah, Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan bahwa tim nasional Iran akan tetap memainkan pertandingan Piala Dunia 2026 mereka di Amerika Serikat (AS).

Pernyataannya ini disampaikan pada pembukaan Kongres FIFA di Kanada, Kamis waktu setempat, yang tidak dihadiri oleh delegasi Iran akibat adanya ketegangan diplomatik dan pembatasan visa.

Sejumlah skenario sempat ramai dibahas di media sosial terkait keberadaan timnas Iran di Piala Dunia 2026. Dua persoalan utama adalah Iran berada di Grup G yang berisi Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Pertandingan di Grup G berlangsung di AS, yakni di SoFi Stadium Inglewood, Los Angeles. Kemudian kekhawatiran bahwa lolos grup Iran bakal bertemu dengan timnas AS. Sempat pula dibahas bilamana pertandingan khusus timnas Iran dipindah ke Kanada atau Meksiko, dengan alasan keamanan.

"Izinkan saya memulai dari awal. Tentu saja Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026. Dan tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat," ujar Infantino yang dikutip dari The Guardian.

Dia menekankan bahwa langkah ini krusial untuk menjaga semangat olahraga. "Alasan untuk itu sangat sederhana, kita harus bersatu. Ini adalah tanggung jawab saya, tanggung jawab kita bersama," tambahnya.

Absennya delegasi Iran di kongres yang berlangsung di Kanada ini menyoroti tantangan penyelenggaraan turnamen lintas negara. Ketidakhadiran tersebut berkaitan erat dengan latar belakang delegasi Iran, di mana Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj merupakan mantan anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Pemerintah Kanada telah memasukkan IRGC dalam daftar organisasi teroris sejak 2024. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa keputusan izin masuk dilakukan secara ketat dan setiap individu yang berafiliasi dengan IRGC tidak akan diizinkan masuk ke wilayahnya.

"Saya dapat memberikan jaminan dan fakta berikut. Seperti yang Anda ketahui, IRGC dan semua anggotanya telah terdaftar sebagai organisasi teroris selama beberapa tahun," ungkap Carney.

"Para anggota dilarang datang. Kami memiliki serangkaian penyaringan, dan kami mengambil tindakan. Tidak ada anggota yang memasuki negara ini."

Ketidakhadiran perwakilan Iran ini menambah rumit perundingan di balik layar, mengingat format Piala Dunia 2026 dengan 48 tim yang diselenggarakan bersama oleh Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko menuntut mobilitas perlintasan batas negara yang intens bagi tim dan staf.

Meski Iran telah berhasil lolos kualifikasi, partisipasi mereka diwarnai polemik. Pihak Teheran sebelumnya telah mengajukan permohonan agar lokasi pertandingan mereka dipindahkan dari wilayah AS.

Namun, FIFA menolak permintaan tersebut dan bersikeras bahwa jadwal serta lokasi yang telah ditetapkan tidak akan diubah.

Dari sisi tuan rumah, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pekan lalu menyatakan bahwa Washington tidak keberatan dengan partisipasi para pemain Iran di Piala Dunia.

Kendati demikian, Rubio memberikan syarat tegas bahwa para pemain tidak diperbolehkan membawa serta pihak-pihak yang memiliki ikatan dengan IRGC.

Adblock test (Why?)


Dubes Iran dan Presiden FIFA Pastikan Timnas Iran Berangkat ke AS
Klik Source