Pages

Thursday, June 25, 2026

Neymar tak Kuasa Menahan Tangis, Setelah 981 Hari Akhirnya Kembali Bela Brasil

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pemain Brasil Neymar saat melawan Skotlandia pada pertandingan terakhir Grup C di Hard Rock Stadium, Miami, Kamis (25/6/2026) waktu setempat. Pada pertandingan itu Brasil berhasil menang telak dengan skor 3-0 lewat dua gol Vinicius Junior di menit ke-7 dan 48, serta satu gol Matheus Cunha di menit 60.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Neymar da Silva Santos Junior akhirnya kembali mengenakan seragam tim nasional Brasil setelah menunggu selama 981 hari. Momen yang dinantikan itu terjadi saat Selecao mengalahkan Skotlandia 3-0 pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Kamis (25/6/2026) pagi WIB.

Penampilan tersebut menjadi akhir dari penantian panjang Neymar sejak terakhir kali membela Brasil pada Oktober 2023. Cedera robek ligamen anterior cruciatum (ACL) yang dialaminya ketika menghadapi Uruguay membuat perjalanan sang bintang terhenti selama hampir tiga tahun.

Penyerang klub Santos itu masuk menggantikan Matheus Cunha pada menit ke-76 ketika tim Samba sudah unggul tiga gol. Seluruh penonton di Stadion Miami langsung berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah menyambut kembalinya idola mereka ke panggung internasional.

Suasana haru sudah terasa bahkan sebelum Neymar menginjak lapangan. Sewaktu pemain berusia 34 tahun itu meninggalkan bangku cadangan untuk melakukan pemanasan pada babak kedua, sorakan penonton mulai menggema dari berbagai sudut stadion.

Gemuruh semakin keras saat pelatih Brasil Carlo Ancelotti akhirnya memberi isyarat kepada Neymar untuk masuk ke lapangan pada menit ke-76. Setiap sentuhan bola yang dilakukannya sepanjang sisa pertandingan langsung disambut riuh para pendukung Brasil.

"Saya sangat senang bisa kembali mengenakan jersey tim nasional setelah tiga tahun," kata Neymar kepada media Brasil seusai pertandingan, dikutip dari sports.ndtv.com.

"Saya merasa kondisi fisik saya baik. Tentu saja sangat berat harus menepi selama sekian lama."

Ancelotti sebelumnya memang telah mengindikasikan bahwa Neymar kemungkinan tidak akan dimainkan sebagai starter. Sang pelatih memilih memberi menit bermain secara bertahap kepada pemain yang baru pulih dari cedera panjang tersebut.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Neymar tak Kuasa Menahan Tangis, Setelah 981 Hari Akhirnya Kembali Bela Brasil
Klik Source

Wednesday, June 24, 2026

Gim Ketiga Final IBL 2026: Hornbills Kehilangan Akurasi, Pelita Jaya Ambil Alih Kendali

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pemain Pelita Jaya Darius Moten membawa bola dijaga pemain Bogor Hornbills Travin Thibodeaux pada gim ketiga final IBL 2026 di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Rabu (24/6/2026) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pelita Jaya Jakarta menunjukkan respons sempurna setelah kekalahan telak pada laga kedua final IBL 2026. Bertanding di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Rabu (24/6/2026) malam, tim asuhan David Singleton menundukkan Bogor Hornbills 74-61 untuk merebut kembali kendali seri final dan unggul 2-1 dalam format best-of-five.

Kemenangan ini terasa penting bagi sang finalis musim lalu. Akhir pekan lalu, Pelita Jaya dipaksa menelan kekalahan menyakitkan 63-83 dari Hornbills. Kekalahan itu memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi permainan mereka menjelang fase paling menentukan musim ini. Namun, dalam laga ketiga, Pelita Jaya menjawab keraguan dengan permainan yang lebih disiplin, terutama di sektor pertahanan.

Sejak kuarter pertama, pertandingan berlangsung ketat. Hornbills berusaha memanfaatkan dukungan publik tuan rumah untuk menekan lebih dulu, tetapi Pelita Jaya tampil lebih siap menghadapi intensitas permainan lawan. Tim tamu berhasil mengendalikan tempo dan memaksa Hornbills bekerja keras untuk mendapatkan poin.

Pelita Jaya tampak belajar banyak dari kekalahan sebelumnya. Pertahanan yang sempat rapuh pada laga kedua kali ini tampil lebih rapat, terutama di interior. Rotasi berjalan lebih cepat, komunikasi antarpemain lebih baik, dan ruang tembak yang biasa dimanfaatkan Hornbills berhasil diminimalkan.

Pelatih Pelita Jaya David Singleton mengakui timnya memang memusatkan perhatian pada pembenahan aspek pertahanan setelah evaluasi menyeluruh pascalaga kedua.

"Masih tidak sempurna, masih ada banyak hal yang bisa kami lakukan. Tetapi secara keseluruhan, kami membuat mereka lebih sulit untuk mendapatkan poin," ujar Singleton seusai pertandingan.

Menurut dia, Hornbills tetap merupakan lawan yang sangat berbahaya karena memiliki banyak pemain berkualitas. Karena itu, Pelita Jaya harus meningkatkan agresivitas sekaligus kedisiplinan dalam menjalankan rencana permainan.

Perbaikan tersebut tidak hanya terlihat saat bertahan. Di sisi ofensif, Pelita Jaya juga menemukan kembali ritme permainan yang sempat hilang. Pergerakan bola lebih lancar dan eksekusi serangan terlihat lebih efektif dibanding laga sebelumnya.

Kapten Pelita Jaya Andakara Prastawa menilai keberhasilan timnya tidak lepas dari kepatuhan para pemain menjalankan instruksi pelatih.

"Kami mengikuti gameplan saja dan terbukti kami sudah tidak seperti laga kedua sebelumnya," kata Prastawa.

sumber : Antara

Advertisement

Adblock test (Why?)


Gim Ketiga Final IBL 2026: Hornbills Kehilangan Akurasi, Pelita Jaya Ambil Alih Kendali
Klik Source