Pages

Thursday, April 9, 2026

Barcelona Ajukan Komplain Resmi ke UEFA Soal Wasit Setelah Kalah dari Atletico

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Wasit Istvan Kovacs (kiri) mengacungkan kartu merah kepada bek Barcelona Pau Cubarsi (kanan) dalam pertandingan sepak bola leg pertama perempat final Liga Champions UEFA antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, Barcelona, Kamis (9/4/20256) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Barcelona tak sekadar koar-koar ke awak media atas kemarahan mereka terhadap respons wasit dalam laga kontra Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. Keberatan itu diteruskan dengan mengajukan laporan keluhan resmi kepada UEFA atas keputusan wasit Istvan Kovacs yang dianggap berkontribusi dalam kekalahan 0-2 di Camp Nou.

Perselisihan tersebut berpusat pada insiden pada awal babak kedua. Barca meminta penalti setelah kiper Atletico Juan Musso tampaknya telah memainkan bola dari tendangan gawang, sebelum bek Marc Pubill menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti untuk mengulang tendangan tersebut.

Wasit Kovacs membiarkan permainan berlanjut dan tim VAR tidak memanggilnya ke monitor. Insiden ini memantik kemarahan dari bangku cadangan Barcelona, yang saat itu sudah bermain dengan 10 orang.

"Barcelona menginformasikan bahwa layanan hukum klub telah mengajukan pengaduan kepada UEFA hari ini mengenai peristiwa di leg pertama perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid," kata klub dalam pernyataan resmi pada Kamis.

"Keluhan tersebut berpusat pada tindakan spesifik. Pada menit ke-54 pertandingan, setelah permainan dimulai kembali dengan benar, seorang pemain lawan mengambil bola di area mereka tanpa diberikan penalti yang sesuai," tambah keterangan tersebut.

"Barcelona memahami bahwa keputusan ini, bersama dengan kurangnya intervensi serius dari VAR, merupakan kesalahan besar. Oleh karena itu, klub telah meminta agar penyelidikan dibuka, akses ke komunikasi wasit, dan jika berlaku, pengakuan resmi atas kesalahan dan penerapan langkah-langkah yang relevan."

Interpretasi insiden serupa bervariasi. Di perempat final Liga Champions pada April 2024, wasit tidak memberikan penalti kepada Bayern Munchen setelah bek Arsenal Gabriel Magalhaes menyentuh bola setelah kiper David Raya tampak sudah memainkan bola.

Kemudian pada 2024, VAR turun tangan untuk memberikan penalti kepada Club Brugge dalam insiden serupa yang melibatkan kiper Aston Villa Emiliano Martinez dan bek Tyrone Mings.

sumber : Reuters

Advertisement

Adblock test (Why?)


Barcelona Ajukan Komplain Resmi ke UEFA Soal Wasit Setelah Kalah dari Atletico
Klik Source

Tiga Ganda Indonesia Ikuti Jejak Jojo ke Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tiga wakil ganda Indonesia sukses menyusul langkah Jonatan Christie ke babak perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2026 setelah meraih kemenangan pada babak 16 besar, Kamis (9/4/2026).

Dari sektor ganda putri, pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti tampil meyakinkan dengan menumbangkan unggulan ketiga asal Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee dua gim langsung 21-17, 21-16.

Tiwi mengaku kemenangan ini menjadi ajang revans setelah kekalahan pada pertemuan sebelumnya. “Alhamdulillah senang bisa revans. Pada pertemuan terakhir walaupun kalah kami bisa mengimbangi, jadi itu jadi pelajaran untuk hari ini,” ujar Tiwi.

Ia menambahkan, kunci kemenangan terletak pada kesabaran dalam mengikuti pola permainan tanpa terburu-buru mematikan lawan.

Senada, Fadia menilai kekompakan mereka kini semakin terbangun sejak pertama kali dipasangkan.

“Pertemuan sebelumnya kami masih baru berpasangan, belum tahu kebutuhan di lapangan. Hari ini kami sudah lebih tahu pola permainan yang harus diterapkan,” kata Fadia.

Dari sektor ganda putra, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga memastikan tiket delapan besar usai mengalahkan wakil tuan rumah Chen Bo Yang/Liu Yi dengan skor 21-17, 25-23.

Fajar mengakui pertandingan berjalan tidak mudah, terutama saat tertinggal jauh di gim kedua sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan.

“Pertandingan tidak mudah, pasangan tuan rumah luar biasa. Di gim kedua kami sempat tertinggal 11-5, tapi kami mencoba berbagai cara untuk mengejar dan akhirnya bisa membalikkan keadaan,” ujar Fajar.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Tiga Ganda Indonesia Ikuti Jejak Jojo ke Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026
Klik Source