Pages

Sunday, May 17, 2026

Roma dan Como Menang, Persaingan Tiket ke Liga Champions Hingga Pekan Terakhir

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pelatih kepala Como Cesc Fabregas bereaksi selama pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia melawan Parma di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, Ahad (17/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- AS Roma dan Como 1907 sama-sama menjaga asa tampil di Liga Champions musim depan setelah meraih kemenangan penting pada pekan ke-37 Serie A Liga Italia 2025/2026, Ahad (17/5/2026). Kedua tim memanfaatkan kekalahan Juventus untuk naik ke papan atas klasemen sementara Serie A.

Roma tampil impresif dengan menaklukkan rival sekota Lazio 2-0 dalam Derby della Capitale di Stadion Olimpico. Sementara Como menang tipis 1-0 atas Parma di Stadion Giuseppe Sinigaglia.

Hasil tersebut membuat Roma naik ke posisi keempat dengan 70 poin, sedangkan Como menempel di peringkat kelima dengan 68 poin. Keduanya melompati Juventus yang tumbang di kandang sendiri dari Fiorentina sehingga persaingan menuju empat besar semakin ketat menjelang pekan terakhir musim ini.

Di Olimpico, Roma tampil dominan sejak awal pertandingan. Tim asuhan Gian Piero Gasperini membuka keunggulan pada menit ke-40 lewat sundulan Gianluca Mancini memanfaatkan sepak pojok Niccolo Pisilli.

Mancini kembali mencetak gol pada menit ke-66 melalui sundulan kedua setelah menerima umpan sepak pojok Paulo Dybala. Lazio sebenarnya beberapa kali mengancam melalui Matteo Cancellieri dan Boulaye Dia, namun kiper Mile Svilar tampil solid menjaga gawang Roma.

Pertandingan juga diwarnai kartu merah setelah Wesley Franca dan Nicolo Rovella terlibat baku hantam di tengah lapangan. Meski bermain dengan 10 orang, Roma tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga laga usai sekaligus menyapu bersih Derby della Capitale musim ini.

Sementara itu, Como asuhan Cesc Fabregas meraih kemenangan krusial berkat gol tunggal Alberto Moreno pada menit ke-58. Parma sempat mencetak gol balasan melalui Mateo Pellegrino, tapi dianulir VAR karena offside. Como pun menjaga peluang tampil di Liga Champions. Syaratnya, mereka wajib memenangi laga terakhir sambil berharap Roma atau AC Milan kalah.

sumber : Antara

Advertisement

Adblock test (Why?)


Roma dan Como Menang, Persaingan Tiket ke Liga Champions Hingga Pekan Terakhir
Klik Source

Saturday, May 16, 2026

Prajurit Elit Inggris Tewas di Hadapan Raja Charles, Ajang Berkuda Kelas Dunia Mendadak Jadi Horor

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seorang prajurit dari King's Troop Royal Horse Artillery meninggal dunia setelah terjatuh dari kudanya dalam ajang Royal Windsor Horse Show di Inggris, Jumat malam waktu setempat. Insiden tragis tersebut langsung mengguncang lingkungan Kerajaan Inggris dan memicu duka mendalam di kalangan militer Britania Raya.

Menurut laporan The Telegraph, prajurit tersebut mengalami kecelakaan saat meninggalkan arena pertunjukan berkuda. Tim medis sempat memberikan pertolongan darurat di lokasi, namun korban dinyatakan meninggal akibat luka serius yang dideritanya.

Kejadian itu mengejutkan Charles III yang hadir langsung dalam acara tersebut bersama sejumlah anggota keluarga kerajaan lainnya.

Pihak Istana Buckingham menyatakan Raja Charles “sangat terkejut dan sedih” setelah menerima kabar meninggalnya anggota pasukan elit tersebut. Sang Raja juga disebut akan menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban.

“Kami belum menemukan keadaan yang mencurigakan,” kata Polisi Thames Valley yang kini masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Sebagai bentuk penghormatan, pertunjukan King’s Troop Royal Horse Artillery kemudian dibatalkan dari rangkaian acara Royal Windsor Horse Show.

Insiden ini langsung menjadi perhatian publik Inggris karena King’s Troop bukan unit militer biasa. Mereka merupakan satuan elit Angkatan Darat Inggris yang selama puluhan tahun menjadi simbol tradisi militer dan kemegahan monarki Britania Raya.

King’s Troop dibentuk pada 1947 atas perintah Raja George VI untuk mempertahankan tradisi artileri berkuda kerajaan yang hampir hilang setelah World War II. Hingga kini, unit tersebut masih menggunakan kuda untuk menarik meriam dalam parade dan penghormatan kenegaraan.

Para personelnya dikenal memiliki kemampuan berkuda tingkat tinggi sekaligus disiplin artileri militer modern. Mereka bukan sekadar pasukan seremonial, melainkan tentara aktif yang menjalani latihan militer dan berkuda secara intensif.

King’s Troop rutin tampil dalam berbagai acara kerajaan paling prestisius, mulai dari ulang tahun resmi raja, penyambutan kepala negara asing, pernikahan kerajaan, hingga prosesi pemakaman kenegaraan.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Prajurit Elit Inggris Tewas di Hadapan Raja Charles, Ajang Berkuda Kelas Dunia Mendadak Jadi Horor
Klik Source