Pages

Sunday, May 31, 2026

Klasemen Moto3 2026 Usai Veda Ega Pratama Finish Kedelapan di Mugello

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, FLORENCE -- Pembalap Moto3 Indonesia Veda Ega Pratama finish kedelapan di GP Italia di Sirkuit Mugello, Ahad (31/5/2026). Dalam balapan yang berlangsung 18 lap ini, Veda start dari posisi 12.

Podium satu dan dua diraih pembalap Spanyol, Brian Uriate dan Alvaro Carpe. Pembalap Malaysia, Hakim Danish berhasil meraih podium pertamanya di Moto3 dengan finish di urutan ketiga. 

Dengan capaian di Mugello, Veda tetap di peringkat kelima di klasemen Moto3 musim 2026 dengan raihan 66 poin. Brian Uriate yang berhasil finish terdepan di Mugello melesat ke peringkat keempat klasemen, unggul satu poin dari Vega. Adapun posisi puncak klasemen masih diisi oleh Maximo Quiles dengan koleksi 145 poin. 

Berikut klasemen Moto3 musim 2026:

  1. Maximo Quiles (KTM) 145 poin
  2. Alvaro Carpe (KTM) 93 poin
  3. Adrian Fernandez (Honda) 89 poin
  4. Brian Uriate 67 (KTM) poin
  5. Veda Ega Pratama (Honda) 66 poin
  6. Marco Morelli (KTM) 61 poin
  7. Valentin Perrone (KTM) 56 poin
  8. David Almansa (KTM) 52 poin
  9. Guido Pini 47 (Honda) Poin
  10. David Munoz (KTM) 47 poin
Advertisement

Adblock test (Why?)


Klasemen Moto3 2026 Usai Veda Ega Pratama Finish Kedelapan di Mugello
Klik Source

Saturday, May 30, 2026

Luis Enrique: Gelar Liga Champions Kedua PSG Lebih Sulit daripada yang Pertama

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pelatih Paris Saint Germain (PSG) Luis Enrique.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique menilai keberhasilan timnya mempertahankan gelar Liga Champions musim 2025/2026 jauh lebih sulit dibanding saat meraih trofi yang sama setahun lalu. Menurut dia, Arsenal memberikan perlawanan yang jauh lebih berat sehingga membuat kesuksesan kali ini terasa lebih istimewa.

PSG memastikan kembali menjadi raja Eropa setelah menundukkan Arsenal melalui adu penalti 4-3 pada final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Hungaria yang berakhir Ahad (31/5/2026) dini hari WIB. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga akhir babak tambahan waktu sehingga pemenang harus ditentukan lewat drama tos-tosan. PSG unggul 4-3 pada adu penalti.

“Lebih sulit dari tahun lalu karena kami tahu sebelum pertandingan betapa sulitnya bermain melawan Arsenal,” kata Enrique kepada Canal+ seusai pertandingan.

Dalam adu penalti, PSG tampil lebih tenang. Dari lima algojo yang diturunkan, hanya Nuno Mendes yang gagal menjalankan tugasnya. Sebaliknya, Arsenal harus menerima kenyataan pahit setelah Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menaklukkan kiper PSG.

Keberhasilan tersebut membuat PSG mencatatkan sejarah baru di kompetisi elite Eropa. Les Parisiens menjadi tim kedua pada era modern yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions setelah sebelumnya dilakukan Real Madrid yang menjuarai kompetisi ini tiga musim beruntun pada 2016 hingga 2018.

Tak hanya itu, PSG juga menjadi klub Prancis pertama yang mampu menjuarai Piala Eropa atau Liga Champions dalam dua musim berturut-turut. Prestasi tersebut semakin menegaskan posisi klub ibu kota Prancis itu sebagai kekuatan utama sepak bola Eropa saat ini.

Kesuksesan PSG tak lepas dari sentuhan Enrique yang berhasil membangun tim solid setelah era para superstar berakhir. Pelatih asal Spanyol itu membawa PSG meraih trofi Liga Champions pertama mereka pada musim lalu dan kini berhasil mempertahankannya di tengah tekanan besar sebagai juara bertahan.

Gelar ini sekaligus memperkokoh reputasi Enrique sebagai salah satu pelatih tersukses di Eropa. Dengan koleksi tiga trofi Liga Champions sepanjang karier kepelatihannya, ia kini sejajar dengan sejumlah nama besar seperti Bob Paisley, Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, dan Zinedine Zidane yang juga pernah mengangkat trofi Si Kuping Besar sebanyak tiga kali.

sumber : Antara

Advertisement

Adblock test (Why?)


Luis Enrique: Gelar Liga Champions Kedua PSG Lebih Sulit daripada yang Pertama
Klik Source