Pages

Monday, April 27, 2026

Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Dukungan dan Keseriusan Pemain

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tim Jakarta Pertamina Enduro (JPE) berhasil mempertahankan gelar juara Proliga 2026. JPE mengalahkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada rangkaian grand final yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta. JPE berhasil mengunci gelar dalam dua leg dengan kemenangan 3-1 dan 3-0.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim.

“Pertamina mengapresiasi pencapaian JPE yang meraih gelar juara beruntun. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan disiplin, fokus dan semangat juang, atlet Indonesia mampu bersaing dan meraih prestasi terbaik. Kami berharap capaian ini dapat terus dijaga dan menjadi motivasi untuk berprestasi lebih tinggi ke depan,” ujarnya.

Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero) sekaligus Pembina tim JPE, Andy Arvianto mengatakan pencapaian ini tidak terlepas dari proses pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.

“Kemenangan ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan dan lingkungan yang mendukung dapat menghasilkan performa luar biasa. Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan talenta, termasuk di bidang olahraga, sebagai bagian dari upaya membangun generasi terbaik bangsa,” ujarnya.

Fondasi Peningkatan Kualitas Kompetisi Olahraga Nasional

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan Pertamina bangga atas gelar juara ini. Sepanjang musim, JPE menunjukkan konsistensi, kerja keras, dan kekompakan yang menjadi kunci juara.

"Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi positif bagi generasi muda untuk terus berani bermimpi dan berprestasi. Pertamina berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi positif bagi generasi muda untuk terus berani bermimpi dan berprestasi,” ujar Baron.

Baron menambahkan Pertamina melihat keberhasilan ini sebagai modal bagi JPE untuk menjadi lebih kompetitif pada musim mendatang. Hasil ini juga membentuk fondasi yang kuat untuk kelanjutan pembinaan atlet dan peningkatan kualitas kompetisi olahraga nasional.

“Pertamina terus membuka ruang-ruang pembinaan dan mendukung kompetisi yang dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi muda,” kata Baron.

Pelatih JPE, Bulent Karslioglu, menyampaikan kemenangan di grand final ditopang kontribusi seluruh pemain.

“Saya sangat bangga dengan tim ini. Kemenangan ini bukan hanya soal hasil, tetapi perjalanan yang dibangun bersama. Setiap pemain JPE memiliki peranan masing-masing, dan itu terlihat dari bagaimana mereka saling mendukung serta menjaga komunikasi. Kami percaya bahwa tim ini bukan hanya mewakili Indonesia, tetapi juga telah menarik perhatian publik yang lebih luas, termasuk dari berbagai negara. Karena itu, kami ingin selalu memberikan yang terbaik, bukan hanya untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk menunjukkan kualitas permainan kami,” ujarnya.

Rasa syukur dan kebanggan dari hasil kerja keras tim disampaikan oleh Kapten JPE, Tisya Amallya Putri.

“Sebagai juara bertahan kami paham betul adanya ekspektasi besar terhadap tim. Kami berhasil menjawabnya dengan kerja keras dan kepercayaan satu sama lain di lapangan. Kami persembahkan kemenangan ini kepada suporter-suporter kami yang telah setia mendukung JPE,” kata Tisya.

JPE turut mendapatkan dukungan dari Pertamina Group, meliputi PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina Lubricants, PT Pertamina Gas Negara, PT Telkomsel (Telekomunikasi Selular), PT Patra Jasa, PT Patra Logistik, PT Pertamina Retail, PT Pelita Air Service, PT Pertamedika IHC, Speed Jersey PT SAB Indo Bandung, PT Mitra Tour & Travel, PT Pertamina Training & Consulting, dan JConnect.

Adblock test (Why?)


Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Dukungan dan Keseriusan Pemain
Klik Source

Sunday, April 26, 2026

Kisah Eko Yuli Angkat Derajat Keluarga, Beli Sawah dan Bangun Sasana dari Prestasi Angkat Besi

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjadi atlet berprestasi menjanjikan masa depan yang cerah. Itulah yang diyakini Eko Yuli Irawan kala masih kanak-kanak. Semua berawal kala dirinya melihat latihan angkat besi di kampungnya, di Kota Metro, Lampung, tahun 2000.

"Sejak pertama melihat angkat besi, saat itulah saya menemukan cara untuk mengangkat derajat saya dan keluarga saya," kenang Eko yang diabadikan dalam film pendek oleh salah satu jenama olahraga.

Keluarga Eko Yuli memang tergolong tidak mampu. Ayahnya, Saman, bekerja sebagai tukang becak. Sementara sang ibu Wastiah berjualan sayur. Rumah mereka pun menumpang di tanah orang, yang bisa sewaktu-waktu diminta kembali oleh pemiliknya.

“Saat saya merantau, pikiran saya bagaimana kalau tanah itu mau dipakai orangnya? Orang tua saya mau pindah ke mana? Jadi saya punya tekad dan ambisi, harus mengejar prestasi untuk membantu orang tua,” ungkap Eko dalam siniar bersama Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari.

Karenanya terpatri benar dalam benaknya bagaimana bisa mewujudkan cita-cita menjadi juara. Bukan sebatas sorakan atau tepuk tangan, juara yang dia cita-citakan adalah bagaimana bisa membantu orang tuanya keluar dari kemiskinan.

Perlahan tekad Eko dibarengi latihan giat menemukan jalannya. Sepuluh bulan mengawali latihan angkat besi, ia berhasil menjadi yang terbaik, medali emas di kejuaraan nasional. Dari situ wawasan Eko terbuka dan makin bersemangat mengincar prestasi yang lebih tinggi, tak tanggung-tanggung yaitu emas Olimpiade.

“Pelatih bilang nanti kalau levelnya di Olimpiade, saya bisa bantu orang tua saya,” kenang pria 36 tahun ini.

Eko pun menjalani hari-hari penuh perjuangan dalam menggapai mimpinya. Tak mudah, butuh lima tahun baginya untuk bisa masuk ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di 2006. Dirinya lantas dipercaya mewakili Merah Putih di ajang internasional, kejuaraan dunia junior angkat besi tahun 2006 di Hangzhou.

Pada kejuaraan dunia pertamanya itu, Eko berhasil meraih medali perak. Setahun berikutnya pada 2007, dia akhirnya mendulang medali emas dalam kejuaraan dunia junior angkat besi yang berlangsung di Praha.

Emas inilah yang membuka jalan Eko mengangkat derajat kedua orang tuanya. Karena atas prestasinya tersebut, dia diganjar bonus dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) kala itu senilai Rp25 juta, yang digunakannya untuk membeli tanah bagi kedua orang tuanya.

“Bersamaan dengan saya dapat bonus itu, tidak sengaja orang tua di kampung bertemu orang yang mau jual tanah. Jadi langsung saya kirim uangnya buat beli tanah itu,” kisah lifter peraih empat medali Olimpiade ini.

Setelah mampu membelikan kedua orang tuanya tanah, rasa waswas Eko saat pertama merantau pun sirna. Dia makin bersemangat mencetak prestasi mengharumkan nama bangsa. Hasilnya di SEA Games 2007 Thailand, Eko kembali meraih medali emas.

Lagi-lagi, bonus yang didapatkannya dari Pemerintah atas medali emas ini dia persembahkan buat keluarga, untuk membangun rumah di atas tanah tersebut.

“Itu pertama kalinya di multievent saya bisa dapat medali. Bonusnya kan lumayan, Rp200 juta. Dari situ saya pulang ke Lampung itu, orang tua saya menjemput di bandara, mereka menangis haru. Karena bonusnya benar-benar buat membangun rumah, dari kami yang sebelumnya tidak punya apa-apa,” urai Eko.

Orang tua Eko yang sebelumnya sempat tak setuju dengan keputusannya menjadi atlet pun kini memberikan dukungan penuh. Berbekal doa mereka dan latihan serta disiplin, Eko Yuli melesat menjadi lifter Indonesia paling konsisten dalam keikutsertaan di Olimpiade.

Tercatat sudah lima kali Eko mewakili Indonesia di ajang olahraga terbesar di dunia ini secara beruntun, mulai dari Beijing 2008 hingga Paris 2024. Dengan pencapaian dua medali perak, masing-masing pada kategori 62 kilogram di Olimpiade 2016 dan kategori 61 kilogram di Olimpiade 2020, serta dua medali perak masing-masing kategori 56 kilogram di Olimpiade 2008 dan 62 kilogram di Olimpiade 2012.

Berbagai prestasi telah dicetak Eko dalam ragam keikutsertaannya di ajang-ajang dunia. Pundi-pundi medali emas pun banyak dikoleksinya, bersama dengan bonus-bonus rupiah yang didapatkannya sebagai bentuk penghargaan dari Pemerintah.

Bonus-bonus itu dimaksimalkannya demi masa depan keluarganya, termasuk membelikan sawah untuk kedua orang tuanya.

“Bonus Olimpiade Beijing kalau tidak salah Rp300 juta, saya belikan sawah untuk orang tua. Setelah itu orang tua bertani di sawah sendiri. Sebelumnya kan bertani di tanah milik orang dengan sistem bagi hasil,” sebut Eko yang pernah merintis usaha sepatu latihan angkat besi ini.

Bukan itu saja, kecintaan Eko pada angkat besi membuatnya membangun sasana tempat latihan angkat besi miliknya sendiri di Bekasi. Sasana ini dibangun dari bonus-bonus prestasi yang dikumpulkannya. Sasana ini terbuka bagi siapa saja yang ingin mengetahui bagaimana olahraga angkat besi dengan langsung dilatih oleh Eko, sebagai sarana regenerasi atlet.

“Saya membangun sasana ini untuk bisa mendidik anak-anak latihan, bibit-bibit yang bisa menuju Olimpiade seperti saya. Saya dahulu dari awal juga seperti ini, bertemu tempat latihan, dilatih, difasilitasi, dengan program yang terarah dan sebagainya,” terangnya dalam wawancara dengan media.

“Saya ingin anak-anak di sini juga bisa merasakan hal yang sama yang saya rasakan, membantu mereka untuk bisa membantu keluarganya, orang tuanya, kalau bisa sukses dan berhasil nanti,” harap Eko.

Adblock test (Why?)


Kisah Eko Yuli Angkat Derajat Keluarga, Beli Sawah dan Bangun Sasana dari Prestasi Angkat Besi
Klik Source