
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi menjalin kerja sama untuk menyelenggarakan Wirasena Youth Camp dan Indonesia Youth Summit pada 2026. Dua agenda nasional tersebut diproyeksikan melibatkan lebih dari 5.000 peserta sebagai bagian dari persiapan menuju peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Balai Kota DKI Jakarta, Senin.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Kemenpora menjadi langkah strategis untuk membangun karakter sekaligus membentuk pola pikir generasi muda Indonesia.
"Hari ini Pemerintah DKI Jakarta bersama Kemenpora melakukan kesepakatan untuk pelaksanaan Wirasena Youth Camp dan juga Indonesia Youth Summit tahun 2026. Ini adalah bentuk kerja sama dan kolaborasi antara Kemenpora dengan Pemerintah DKI Jakarta," ujar Pramono.
Ia menjelaskan, berbagai fasilitas milik Pemprov DKI Jakarta akan dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan, salah satunya Taman Ismail Marzuki (TIM).
Menurut Pramono, kedua agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju satu abad Sumpah Pemuda. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mendukung penyelenggaraannya agar berjalan optimal.
Wirasena Youth Camp dijadwalkan berlangsung pada 21-31 Oktober 2026 dengan melibatkan 168 peserta. Sementara Indonesia Youth Summit akan digelar pada 29-30 Oktober 2026 dan diikuti sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan, kedua kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan menjelang 100 Tahun Sumpah Pemuda, melainkan juga menjadi fondasi dalam menyusun arah pembangunan kepemudaan Indonesia untuk masa depan.
"Agenda ini akan kita maksimalkan sebagai fondasi membuka pola pikir dan juga roadmap untuk bagaimana 100 tahun kepemudaan Indonesia setelah tahun 1928 ke 2028 dan keberlanjutannya," kata Erick.
Menurut Erick, Kemenpora juga menggandeng sembilan negara sebagai mitra dalam penyelenggaraan Indonesia Youth Summit agar Indonesia dapat mempelajari praktik terbaik pengembangan pemuda di tingkat internasional.
"Program Youth Summit ini kita juga bekerja sama dengan sembilan negara, supaya kita bisa benchmarking dengan negara-negara besar. Yaitu ada Amerika, ada China, ada Saudi, dan lain-lainnya," ujarnya.
Selain itu, Kemenpora juga berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperoleh perspektif global mengenai pembangunan kepemudaan.
"Saya juga sudah mengontak UN. Nanti kita minta juga benchmarking secara global mengenai kepemudaan kita, bagaimana posisi kita untuk meng-upgrade, berinvestasi untuk masa depan kepemudaan kita," kata Erick.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap lahir rumusan dan peta jalan pembangunan kepemudaan yang mampu menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan global sekaligus menyongsong satu abad Sumpah Pemuda pada 2028.
Kemenpora Gandeng Pemprov DKI Jakarta Gelar Dua Agenda Besar Kepemudaan
Klik Source
