
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen hangat terjadi selepas Paris Saint-Germain (PSG) memastikan tiket ke final Liga Champions UEFA. Di tengah euforia usai keberhasilan PSG menyingkirkan Bayern Munchen di empat besar, legenda Liverpool Jamie Carragher akhirnya menyampaikan permintaan maaf langsung kepada pelatih tim kaya Prancis itu, Luis Enrique.
PSG melaju ke final setelah bermain imbang 1-1 di Allianz Arena dan unggul agregat 6-5, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. Les Rouge et Bleu akan menghadapi Arsenal pada partai puncak yang digelar di Budapest, akhir bulan ini.
Usai pertandingan, Enrique tiba-tiba muncul di area siaran CBS ketika panel tengah mewawancarai presiden PSG Nasser Al-Khelaifi. Kehadiran Enrique langsung disambut antusias para pundit CBS, termasuk Carragher, Thierry Henry, Micah Richards, dan Clint Dempsey.
Namun Carragher tidak langsung membahas pertandingan. Ia memilih membereskan persoalan lama yang sempat membuat hubungan Enrique dengan CBS memburuk. Perseteruan itu bermula pada semifinal Liga Champions 2024 ketika Carragher menonton laga Borussia Dortmund kontra PSG sambil mengenakan syal Dortmund dan merayakan kemenangan wakil Jerman tersebut.
“Luis, saya ingin meminta maaf atas perilaku saya di Dortmund pada semifinal itu,” kata Carragher di siaran langsung, seperti dikutip dari Football London. “Saya memakai syal Dortmund dan terkadang ketika sudah minum beberapa gelas, kita jadi sedikit terbawa suasana.”
Carragher kemudian memuji perjalanan PSG di bawah Enrique dalam dua musim terakhir. Ia menyebut tim asal Paris itu tampil luar biasa di Eropa dan layak kembali mencapai final Liga Champions.
Enrique menerima permintaan maaf itu dengan santai. “Terima kasih. Anda tidak perlu meminta maaf,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut sebelum berbicara soal perjuangan timnya menuju final kedua secara beruntun.
PSG sendiri tampil efektif di markas Bayern. Gol cepat Ousmane Dembele pada menit ketiga membuat tuan rumah berada dalam tekanan. Bayern baru bisa membalas lewat Harry Kane pada masa tambahan waktu, tetapi gol itu tidak cukup untuk menggagalkan langkah PSG.
Enrique mengaku bangga dengan karakter yang ditunjukkan timnya. Menurut dia, menghadapi Bayern dalam dua leg merupakan ujian berat karena kedua tim sama-sama bermain dengan intensitas tinggi.
“Kami sangat bahagia bisa mencapai final Liga Champions kedua berturut-turut,” kata Enrique. “Ini hadiah yang indah untuk para pendukung kami.”
Carragher Minta Maaf ke Luis Enrique Usai PSG Lolos ke Final Liga Champions, Ini Alasannya
Klik Source
