
Juventus vs Galatasaray (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah Juventus di Liga Champions 2025/2026 harus terhenti dengan pahit. Namun, di balik kekecewaan itu, terselip rasa bangga di kubu Nyonya Tua. Direktur Juventus Giorgio Chiellini yang memilih berdiri di depan publik menggantikan pelatih Luciano Spalletti usai kegagalan dramatis dari Galatasaray menyatakan rasa bangganya.
Bianconeri sudah menghadapi misi nyaris mustahil setelah kalah 2-5 pada leg pertama di Istanbul. Harapan kian menipis ketika Lloyd Kelly diganjar kartu merah pada menit ke-48 dalam leg kedua di Turin, Kamis (26/2/2026). Juventus harus bermain dengan 10 orang.
Namun yang terjadi justru perlawanan penuh daya juang. Setelah penalti Manuel Locatelli membuka asa, gol dari Federico Gatti dan Weston McKennie memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Stadion Allianz bergemuruh.
Sayangnya, keunggulan jumlah pemain akhirnya berbicara. Gol-gol telat dari Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz pada babak perpanjangan waktu memastikan Galatasaray melaju ke babak 16 besar. Juventus menang 3-2 pada leg kedua, tapi secara agregat kalah 5-7.
“Luciano tidak ada di sini karena menurut saya sudah sepantasnya seorang direktur hadir malam ini,” ujar Chiellini kepada Amazon Prime Video Italia.
“Kami lelah dan kecewa dengan hasil ini, tetapi pada saat yang sama sangat bangga dengan cara kami bermain.”
Tepuk tangan panjang mengiringi peluit akhir. Publik Turin mengakui semangat juang yang sempat diragukan dalam beberapa pekan terakhir. Sebelum laga ini, Juventus hanya meraih satu hasil imbang dari lima pertandingan kompetitif terakhirnya.
Bangga di Tengah Duka, Chiellini: Juventus Tersingkir dengan Kepala Tegak
Klik Source
