
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung resmi memutuskan mundur dari pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Cipayung Jakarta Timur. Gregoria pergi setelah lebih dari satu dekade menjadi bagian dari pelatnas.
Dalam surat pengunduran dirinya, Gregoria menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus dan pelatih PBSI atas kesempatan serta kepercayaan yang diberikan selama 12 tahun memperkuat pelatnas.
Gregoria menjelaskan keputusan itu diambil karena kondisi kesehatannya yang belum pulih sepenuhnya setelah mengalami vertigo parah sejak Maret 2025. Kondisi tersebut membuat peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu beberapa kali absen dari turnamen internasional penting.
Hingga kini, Gregoria mengaku belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding di level kompetitif.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan, PBSI menghormati keputusan yang diambil Gregoria. Ia berharap pebulu tangkis berusia 26 tahun itu dapat segera pulih sepenuhnya.
“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Eng Hian dalam keterangan resmi PBSI di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Keputusan pengunduran diri tersebut juga telah dikomunikasikan kepada kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI, Imam Tohari.
PBSI pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan perjuangan Gregoria selama membela Merah Putih di berbagai ajang internasional serta mendoakan agar dia tetap meraih kesuksesan di masa depan.
sumber : Antara
Kesehatan Terganggu Akibat Vertigo, Gregoria Putuskan Mundur dari Pelatnas Cipayung
Klik Source
