Pages

Thursday, July 16, 2026

Setelah Mitchel Baker, Giliran Luke Vickery Ucap Sumpah Menjadi WNI

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pesepak bola Timnas Indonesia Luke Vickery (kiri) bersama Rizky Eka Pratama (kanan) saat berlatih tanding dalam pemusatan latihan jelang Piala AFF 2026 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu (30/5/2026). Latihan tersebut sebagai persiapan jelang Piala AFF yang berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas, resmi mengambil sumpah WNI pesepak bola asal Hawai, USA, Luke Anthony Vickery di KJRI Sydney, Australia. Luke Vickery disumpah menjadi WNI setelah melalui prosedur tahapan panjang.

Sebelumnya, Luke Vickery diusulkan PSSI melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga untuk menjadi WNI pada awal 2026. Setelah melalui seleksi administrasi dan kajian tim pemeriksa peneliti pemberian kewarganegaraan (TP3K) lintas kementrian, Luke dinilai layak untuk diberi kewarganegaraan Indonesia. Selanjutnya, proses rekomendasi di DPR diperoleh pada 17 Juni 2026 dan diusulkan kepada Presiden untuk tetapkan sebagai WNI.

Luke adalah pesepak bola kelahiran Kailua, Honolulu, Hawai dan saat ini berusia 19 tahun. Adapun garis keturunan sebagai WNI, Luke Very memiliki nenek dari garis keturunan ibu yang lahir di Medan pada 3 Desember 1937.

Sebagai pesepak bola profesional, saat ini Luke Vickery bermain untuk Kesebelasan McArthur Sydney yang berlaga di Liga A Australia. Sebelum bermain di McArthur, Luke Vickery sempat bermain untuk Western United, Liga A Australia.

Dalam pesan sumpah naturalisasi, Supratman berharap Luke Vickery bisa berjuang untuk mewujudkan Indoensia tampil di Piala Dunia 2030.

“Saya berharap Luke bisa berjuang bersama dengan pemain timnas lain untuk bahu membahu mewujudkan keinginan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat Indonesia, untuk tampil di Piala Dunia 2030," kata Supratman dalam keterangannya pada Kamis (16/7/2026).

Luke juga menanggapi antusias proses naturalisasi dirinya menjadi WNI dan siap berjuang untuk merah putih.

“Saya bersama tim siap untuk membawa Indonesia tampil di Piala Dunia 2030," ujar Luke.

sumber : Antara

Adblock test (Why?)


Setelah Mitchel Baker, Giliran Luke Vickery Ucap Sumpah Menjadi WNI
Klik Source

Wednesday, July 15, 2026

Spanyol Tunjukkan Kekuatan Kolektif, Permalukan Deretan Bintang Prancis di Semifinal Piala Dunia

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Penjaga gawang Spanyol Unai Simon menghalau serangan pemain Prancis dalam pertandingan semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Dallas, AS, Rabu (15/7/2026) WIB. Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 dan melaju ke babak final Piala Dunia 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Spanyol membuktikan kekuatan kolektif mampu mengalahkan deretan pemain bintang setelah menundukkan Prancis 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Hasil ini mengantar La Roja melaju ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.

Prancis yang diperkuat Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise datang sebagai unggulan. Namun, tim asuhan Didier Deschamps gagal mengembangkan permainan menghadapi organisasi Spanyol yang disiplin dan efektif.

Sebaliknya, Spanyol terus menunjukkan konsistensinya sebagai juara Eropa. Tim besutan Luis de la Fuente memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 37 pertandingan dan kini tinggal selangkah lagi meraih gelar juara dunia.

Perjalanan Spanyol menuju final tidak selalu mulus. Mereka sempat ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde pada laga pembuka, lalu menang dramatis atas Portugal dan Belgia pada fase gugur sebelum tampil dominan saat menghadapi Prancis.

Pada laga semifinal, Spanyol langsung mengambil kendali permainan. Dua gol kemenangan dicetak melalui penalti Mikel Oyarzabal dan penyelesaian Pedro Porro, sementara Prancis hanya mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.

Mantan penyerang Liga Primer Inggris Chris Sutton menilai kemenangan Spanyol sepenuhnya layak. "Spanyol tidak sekadar mengalahkan Prancis, mereka menghancurkan Prancis. Selama turnamen ini kita begitu banyak memuji Prancis, tetapi mereka disingkirkan oleh Spanyol yang begitu lincah. Pada akhirnya, Spanyol benar-benar mengungguli tim Prancis," katanya kepada BBC Radio 5 Live.

Mantan kapten Manchester United Roy Keane juga menilai kegagalan Prancis berawal dari ketidakmampuan mereka bermain sebagai sebuah tim. Sebaliknya, kualitas kolektif Spanyol membuat permainan mereka jauh lebih efektif dan menarik disaksikan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kapasitas Luis de la Fuente yang sempat diragukan ketika ditunjuk sebagai pelatih Spanyol pada Desember 2022. Setelah membawa negaranya menjuarai UEFA Nations League 2023 dan Piala Eropa 2024, ia kini mengantar La Roja kembali ke final Piala Dunia.

Adblock test (Why?)


Spanyol Tunjukkan Kekuatan Kolektif, Permalukan Deretan Bintang Prancis di Semifinal Piala Dunia
Klik Source