Pages

Tuesday, June 16, 2026

Al-Dawsari Sebut Hasil Imbang Lawan Uruguay Jadi Modal Berharga Arab Saudi

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Kapten Arab Saudi Salem Al Dawsari.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kapten tim nasional Arab Saudi Salem Al-Dawsari menilai hasil imbang 1-1 melawan Uruguay menjadi awal yang positif bagi timnya dalam mengarungi persaingan Grup H Piala Dunia 2026. Meski gagal mengamankan tiga poin, Al-Dawsari meyakini Green Falcons menunjukkan performa yang cukup baik untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak 16 besar.

"Ini adalah awal yang baik, dan saya percaya kami pantas meraih kemenangan," kata Al-Dawsari seusai pertandingan, seperti dikutip dari laman resmi FIFA, Selasa (16/6/2026).

Arab Saudi berbagi angka dengan Uruguay pada laga pembuka Grup H yang berlangsung di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat. Tim asuhan Herve Renard tampil disiplin dan sempat berada di ambang kemenangan setelah unggul lebih dahulu melalui gol bek tengah Abdulelah Al-Amri pada menit ke-41.

Gol tersebut lahir dari situasi bola mati yang dieksekusi dengan baik oleh Arab Saudi. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum dan membuat Green Falcons berada dalam posisi yang menguntungkan menghadapi salah satu kekuatan tradisional Amerika Selatan itu.

Memasuki babak kedua, Uruguay meningkatkan tekanan dan lebih dominan dalam penguasaan bola. La Celeste berupaya membongkar pertahanan Arab Saudi yang tampil rapat dan terorganisasi. Penampilan solid lini belakang serta sejumlah penyelamatan penting dari kiper Mohammed Al-Owais membuat Uruguay frustrasi dalam sebagian besar pertandingan.

Namun, tekanan terus-menerus akhirnya membuahkan hasil bagi Uruguay pada menit ke-80. Maximiliano Araujo mencetak gol penyeimbang yang mengubah kedudukan menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Meski hanya meraih satu poin, Al-Dawsari tetap optimistis dengan peluang timnya. Menurut dia, Arab Saudi menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim kuat di level dunia dan memiliki modal yang cukup untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.

"Selangkah demi selangkah, kami bisa lolos ke babak berikutnya," ujar pemain yang menjadi pahlawan kemenangan Arab Saudi atas Argentina pada Piala Dunia 2022 tersebut.

Al-Dawsari menegaskan Arab Saudi datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar menjadi peserta. Green Falcons memiliki ambisi untuk meraih kemenangan dan menciptakan pencapaian terbaik di panggung sepak bola dunia.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Al-Dawsari Sebut Hasil Imbang Lawan Uruguay Jadi Modal Berharga Arab Saudi
Klik Source

Monday, June 15, 2026

Penyerang Iran Prihatin, Ketegangan Politik Renggut Kebahagiaan di Piala Dunia 2026

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyerang tim nasional Iran Mehdi Taremi menyesalkan atmosfer yang menyelimuti Piala Dunia 2026 akibat ketegangan politik antara negaranya dan Amerika Serikat (AS). Menurut dia, ajang sepak bola terbesar di dunia seharusnya menjadi ruang untuk menyebarkan perdamaian dan kebersamaan, bukan memperuncing perbedaan.

Iran menjalani persiapan yang jauh dari ideal menjelang laga pembuka Grup G melawan Selandia Baru. Konflik yang sempat memanas antara Iran dan AS membuat kamp latihan Team Melli dipindahkan ke Tijuana, Meksiko. Tim asuhan Amir Ghalenoei juga harus menghadapi sejumlah kendala administratif, termasuk persoalan visa dan perubahan jadwal perjalanan.

"Saya merasakan ketegangan sejak momen pertama kami tiba di Piala Dunia ini," kata Taremi melalui penerjemah, dikutip dari Independent, Senin (15/6/2026).

Penyerang berusia 33 tahun itu menilai suasana turnamen kali ini berbeda dibandingkan dua Piala Dunia sebelumnya yang pernah ia rasakan. Menurut Taremi, berbagai persoalan nonteknis yang muncul menjelang kompetisi telah mengurangi kegembiraan yang biasanya menyertai pesta sepak bola empat tahunan tersebut.

"Dalam turnamen apa pun, ketika ada ketegangan, kita tidak akan merasakan pengalaman indah yang selalu kita kaitkan dengan perdamaian dan kegembiraan," ujarnya.

Striker Olympiacos itu mengatakan sejumlah negara peserta juga menghadapi kendala serupa, mulai dari urusan visa hingga perubahan lokasi pemusatan latihan. Situasi tersebut, menurut dia, berpotensi mengaburkan pesan utama yang selama ini dibawa sepak bola.

"Ketegangan seperti ini mengurangi kegembiraan dan melemahkan pesan FIFA serta pesan masyarakat kami, yaitu bahwa sepak bola membawa perdamaian," kata Taremi.

Pencetak 58 gol untuk Iran itu berharap kondisi serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang sehingga para pendukung dapat menikmati Piala Dunia dalam suasana yang lebih positif.

"Saya merasa Piala Dunia ini seharusnya bisa menghadirkan atmosfer yang lebih baik daripada yang terjadi sekarang. Namun saya berharap di masa depan situasinya akan lebih baik bagi seluruh penggemar, apa pun tim yang mereka dukung," ujarnya.

Pelatih Iran Amir Ghalenoei menyampaikan pandangan senada. Ia menegaskan sepak bola pada hakikatnya merupakan sarana yang mampu menyatukan bangsa dan budaya yang berbeda.

"Sepak bola seharusnya menyatukan bangsa dan budaya. Menang atau kalah adalah perasaan pribadi, tetapi sepak bola pada dasarnya tentang menghadirkan kegembiraan," kata Ghalenoei.

Meski dihadapkan pada berbagai persoalan di luar lapangan, Ghalenoei memastikan timnya tetap fokus menatap pertandingan. Ia menegaskan Iran datang ke Piala Dunia untuk berkompetisi dan menunjukkan kualitas sepak bolanya.

Iran akan memulai perjuangan di Grup G menghadapi Selandia Baru di Stadion SoFi, Selasa (16/6/2026) pukul 08.00 WIB. Setelah itu, Team Melli masih harus menghadapi Belgia dan Mesir dalam perebutan tiket ke babak gugur.

Di tengah persiapan menuju laga perdana tersebut, Taremi berharap perhatian dunia kembali tertuju pada sepak bola, bukan pada konflik yang terjadi di luar lapangan. Baginya, Piala Dunia selalu lebih besar dari sekadar pertandingan dan hasil akhir.

"Sepak bola seharusnya menjadi bahasa bersama yang menyatukan semua orang," ujar Taremi.

Adblock test (Why?)


Penyerang Iran Prihatin, Ketegangan Politik Renggut Kebahagiaan di Piala Dunia 2026
Klik Source