Pages

Tuesday, June 9, 2026

Turnamen Penentuan Tim Basket Kampus Terbaik Resmi Bergulir

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- Campus League 2026 - Basketball The Nationals Season 1 resmi bergulir mulai Ahad, 7 Juni hingga Sabtu, 13 Juni 2026 di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten. Fase puncak ini mempertemukan wakil terbaik dari lima regional yakni Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, dan Jakarta untuk memperebutkan tahta tertinggi tim kampus di Indonesia.

Opening ceremony Campus League 2026 - Basketball The Nationals Season 1 berlangsung meriah dengan dihadiri oleh CEO Campus League - Ryan Gozali, Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relation UPH - Dr. Andry M. Panjaitan, Wakil Ketua DPD PERBASI Banten - Tikky Suwantikno, Vice Rector for Student Affairs Universitas Bina Nusantara (BINUS) - Prof. Dr. Ir. Yohannes Kurniawan, serta seluruh atlet dan ofisial tim yang berlaga di fase The Nationals.

Dalam sambutannya, CEO Campus League, Ryan Gozali menyebut jika fase The Nationals bakal menjadi ajang pembuktian dari tim terbaik Campus League Basketball Season 1, yang sukses menjadi juara maupun runner-up di masing-masing regional. Sesuai dengan tagline Campus League #GreatnessStarsHere, dia berharap setiap tim yang bertanding dapat menunjukkan semangat sportivitas dan penampilan terbaiknya.

“Hari ini hari yang sangat spesial karena The Nationals pertama, kalian jadi sejarah dari perjalanan panjang Campus League. Kami terinspirasi dengan liga kampus dari negara-negara maju dimana olahraga kampus bisa jadi kebanggaan untuk banyak orang. Kami berharap banyak talenta baru yang muncul, jadi tunjukkan level tertinggi kalian. Semoga ini awal dari mimpi besar kami,” ujarnya di depan perwakilan tim yang berlaga.

Sebagai tuan rumah penyelenggaraan Campus League 2026 - Basketball The Nationals Season 1, Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relation UPH, Dr. Andry M. Panjaitan berharap rangkaian kompetisi yang berlangsung selama satu pekan berjalan lancar. Pihaknya pun memastikan akan mendukung penuh setiap program untuk memajukan olahraga kampus seperti Campus League.

“Kami bersyukur dan bangga menyambut rekan-rekan student-athlete, kami berharap semuanya bisa berjalan dengan baik, aman dan nyaman. Kami tidak sekedar mencari kemenangan, tapi juga agar bisa bergandengan tangan. Kami berharap dalam perjalanannya kompetisi ini bisa menjadikan kita untuk terus berkembang, maju dan saling terkoneksi,” ucapnya.

Dukungan penuh UPH terhadap penyelenggaraan Campus League juga diamini oleh Wakil Ketua DPD PERBASI Banten, Tikky Suwantikno, “Saya mewakili DPD PERBASI Banten mengucapkan terima kasih pada Campus League yang sudah menempatkan Banten sebagai tempat pertama final The Nationals, ini merupakan suatu kebanggaan buat kami. Bola basket sekarang menuju tempat yang lebih tinggi dan kerjasama kita sangat diperlukan untuk mengembangkan basket di Banten. Kami berharap agar di season berikutnya, Campus League bisa menjangkau regional lain, sehingga perkembangan olahraga khususnya basket semakin merata,” tuturnya.

Campus League 2026 - Basketball The Nationals Season 1 mempertemukan 10 tim putra dan 8 putri terbaik dari lima regional yaitu Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, dan Jakarta. Pada Jumat (5/6), telah berlangsung sesi pengundian pembagian grup untuk babak penyisihan yang menghasilkan persaingan ketat di masing-masing grup, baik sektor putra maupun sektor putri.

Dave Leopold, Head of Competition & Talent Development Campus League meyakini jika fase The Nationals Basketball Season 1 bakal berlangsung seru dan penuh persaingan ketat dari masing-masing tim baik itu sektor putra maupun putri. Dalam pengamatannya, hasil group draw berpotensi menghadirkan hasil yang mengejutkan.

"Kalau dilihat dari hasil drawing, sama sekali tidak ada tim yang diuntungkan. Di masing-masing grup kekuatannya bisa dibilang merata, bahkan Grup A sektor putra langsung mempertemukan tim-tim yang punya tradisi kuat di bola basket kampus, yakni UBAYA, USM dan UPH. Begitu juga yang terjadi di sektor putri, dimana UPH dan BINUS berada di grup yang sama dengan SCU yang jadi juara di Regional Yogyakarta. Menurut saya, The Nationals sangat menarik untuk disaksikan sejak babak penyisihan karena punya potensi menghadirkan kejutan," katanya.

Maka dari itu, Dave Leopold berharap seluruh tim yang bertanding di Campus League 2026 - Basketball The Nationals Season 1 mempersiapkan diri semaksimal mungkin, guna menampilkan performa terbaik. "Bagi saya sudah tidak ada lagi tim unggulan atau tim kuda hitam. Di The Nationals, mereka yang siap secara teknis dan mental lah yang akan melaju lebih jauh," ucapnya.

Salah satu keseruan di matchday pertama babak penyisihan Campus League 2026 - Basketball The Nationals Season 1 menyajikan pertandingan sarat gengsi yang merupakan re-match dari final regional Jakarta antara BINUS Jakarta selaku juara berhadapan dengan UPH Tangerang yang berstatus runner-up.

Soal kesuksesan membalas kekalahan di final regional Jakarta, Pelatih Tim Putri UPH Tangerang, Fajar Kusumasari mengaku bangga dengan pencapaian para penggawa Eagles (sebutan untuk tim basket UPH). Baginya, ini adalah bagian dari suksesnya evaluasi serta memaksimalkan persiapan latihan dan mental dengan waktu singkat.

"Ada pepatah, manusia bijak adalah manusia yang belajar. Jadi kita belajar apa kesalahan kita dan kita komitmen untuk memperbaiki, khususnya di defense ya. Tim seringkali bagus di awal tapi nggak finish game strong. Jadi saya bilang ke anak-anak kalau leading di awal tapi akhirnya kalah kan sayang, jadi saya memotivasi mereka untuk struggling. Yang penting defense nggak kemasukan, dan offense-nya jalani sesuai rencana," ujarnya. 

Adblock test (Why?)


Turnamen Penentuan Tim Basket Kampus Terbaik Resmi Bergulir
Klik Source

Monday, June 8, 2026

John Herdman Waspadai Kecepatan Mozambik, Indonesia Bidik Kemenangan Kedua di FIFA Matchday

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas Indonesia bertekad menutup rangkaian FIFA Matchday Juni dengan hasil sempurna saat menjamu Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026). Setelah mengalahkan Oman 3-0 pada laga sebelumnya, skuad Garuda kini memburu kemenangan kedua secara beruntun sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia.

Pelatih Indonesia John Herdman menegaskan, kemenangan atas Oman menjadi modal penting, tetapi timnya tidak ingin cepat puas. Menurut dia, para pemain telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek permainan yang masih perlu diperbaiki sebelum menghadapi Mozambik.

"Misi kami untuk laga ini adalah mendapatkan dua kemenangan berturut-turut dan melanjutkan jalur kemenangan tersebut," kata Herdman dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Kemenangan atas Oman dinilai memberikan banyak pelajaran bagi Indonesia. Herdman mengatakan tim pelatih telah menelaah berbagai detail pertandingan, mulai dari aspek yang berjalan baik hingga kekurangan yang masih perlu dibenahi.

"Kami merayakan hal-hal yang kami lakukan dengan baik. Kami berharap dapat membawanya ke pertandingan besok," ujarnya.

Meski demikian, pelatih asal Inggris itu memperkirakan Mozambik akan menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan Oman. Ia menilai wakil Afrika tersebut memiliki karakter permainan yang mengandalkan kecepatan tinggi dan transisi menyerang yang sangat cepat.

Herdman mengaku telah mengamati penampilan Mozambik saat menghadapi Oman dalam laga uji coba di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Ahad (7/6/2026). Dari pengamatan tersebut, ia melihat ancaman utama lawan datang melalui serangan langsung dan serangan balik cepat. Namun dalam laga itu Mozambik kalah 1-4 dari Oman.

"Mereka negara Afrika. Mereka memiliki gaya permainan yang sangat spesifik: transisional, kecepatan tinggi. Jadi kami harus siap untuk apa yang akan datang," katanya.

Menurut Herdman, strategi Indonesia yang cenderung bermain dengan garis pertahanan tinggi dan menempatkan banyak pemain di area menyerang berpotensi membuka ruang bagi lawan. Karena itu, pertandingan melawan Mozambik akan menjadi ujian penting untuk menemukan keseimbangan antara agresivitas menyerang dan disiplin bertahan.

sumber : Antara

Advertisement

Adblock test (Why?)


John Herdman Waspadai Kecepatan Mozambik, Indonesia Bidik Kemenangan Kedua di FIFA Matchday
Klik Source