Pages

Tuesday, June 30, 2026

Gol Telat Erling Haaland Antar Norwegia ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Pantai Gading Pulang Kampung

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Penyerang Norwegia Erling Haaland (tengah) merayakan golnya ke gawang Pantai Gading pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7/2026). Gol Haaland memastikan kemenangan Norwegia 2-1.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tim nasional Norwegia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Pantai Gading dengan skor 2-1 pada babak 32 besar di Stadion Dallas, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB. Gol penentu Erling Haaland pada menit ke-86 menjadi pembeda setelah pertandingan sempat berlangsung sengit sepanjang 90 menit plus injury time.

Gol tersebut sekaligus mempertegas ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026. Penyerang Manchester City itu kini telah mengoleksi lima gol dan kembali meramaikan persaingan perebutan Sepatu Emas.

Sebelumnya, Haaland memborong dua gol saat Norwegia mengalahkan Irak di fase grup, kemudian kembali mencetak dua gol ketika menundukkan Senegal.

Pantai Gading tampil agresif sejak awal pertandingan dengan beberapa peluang melalui Nicolas Pepe, Yan Diomande, dan Ghislain Konan. Namun, pertahanan Norwegia yang dikawal Orjan Nyland mampu meredam setiap ancaman.

Norwegia justru membuka keunggulan pada menit ke-39 lewat aksi individu Antonio Nusa. Winger muda itu melewati kawalan pemain lawan sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut kanan atas gawang Yahia Fofana.

Memasuki babak kedua, Pantai Gading meningkatkan intensitas serangan. Orjan Nyland tampil gemilang dengan menggagalkan peluang Franck Kessie dan Nicolas Pepe yang nyaris mengubah kedudukan.

Tekanan Pantai Gading akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-74. Amad Diallo menunjukkan kualitas individunya dengan melewati beberapa pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan akurat ke sisi kiri gawang untuk menyamakan skor menjadi 1-1.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Gol Telat Erling Haaland Antar Norwegia ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Pantai Gading Pulang Kampung
Klik Source

Tamparan Buat Gattuso, Dua Tim Kuat Eropa Langsung Gugur di Piala Dunia 2026

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, BOSTON – Dua tim Eropa langganan babak akhir Piala Dunia, Jerman dan Belanda, gagal melaju ke babak 16 besar. Kekalahan keduanya oleh tim dari Amerika Selatan dan Afrika Utara menggoyang supremasi Benua Eropa di kancah sepak bola dunia.

Kejutan besar pertama, Die Mannschaft tersingkir setelah kalah dari Paraguay melalui drama adu tendangan penalti dengan skor 3-4, Selasa (30/6/2026) pagi WIB di Stadion Boston Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat.

Kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 90 menit pertandingan. Skor tersebut tidak berubah hingga babak tambahan waktu berakhir, sehingga laga harus ditentukan melalui adu penalti yang dimenangkan Paraguay. Dalam pertandingan tersebut, Jerman jauh lebih banyak menguasai bola, namun tak kunjung menembus gawang Paraguay. 

Drama adu penalti juga mewarnai pertandingan antara Maroko melawan Belanda di Stadion Monterrey Guadalupe, Leon Baru, Meksiko. Belanda yang berstatus juara Grup F takluk dari Maroko dengan skor 2-3 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit.

Belanda sempat tampil menekan sejak awal pertandingan. Namun, setelah mampu bertahan dari tekanan selama 15 menit pertama, Maroko mulai menemukan ritme permainan dan balik memberikan ancaman serta mendominasi pertandingan.

Jarak antara tim Eropa dan Afrika sama sekali tak terlihat dalam pertandingan itu. Sebaliknya, Belanda yang dipaksa Maroko bermain bertahan seperti tim semenjana. Maroko melesatkan 12 tendangan ke gawang dengan enam di antaranya mengenai target. Ini jauh lebih banyak dari kans Belanda dengan 7 tendangan ke gawang dan hanya 3 mengenai target.

Jika sepakan Achraf Hakimi tak mengenai mistar gawang dan aksi Soufiane Rahimi tak ditepis kiper Belanda Bart Verbruggen pada menit akhir, Belanda sedianya bisa menelan kekecewaan jauh lebih cepat.

Afrika belakangan muncul sebagai pihak yang paling diuntungkan dari format Piala Dunia FIFA 2026 yang telah diperluas, dengan pencapaian luar biasa di mana sembilan dari 10 wakilnya berhasil melaju ke fase gugur. Diantaranya Afrika Selatan (telah kalah dari Kanada), Maroko, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Senegal, Aljazair, Mesir, Ghana, dan Tanjung Verde.

Sebelum turnamen dimulai, sempat muncul pertanyaan di berbagai kalangan mengenai apakah Afrika layak mendapatkan jatah sebanyak 10 tempat dalam kompetisi yang kini melibatkan 48 tim tersebut.

Salah satu sosok yang mempertanyakan alokasi tersebut adalah Gennaro Gattuso. Selepas Italia tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia, ia berpendapat bahwa Afrika mendapatkan terlalu banyak slot dibandingkan dengan Eropa dan Amerika Selatan.

“Pada tahun 1990 dan 1994, hanya ada dua tim Afrika [tiga tim lolos pada 1994], kini ada sembilan. Ini bukan sebuah kontroversi, namun ada tantangan yang dihadapi, dan kami sangat memahaminya,” ujar mantan gelandang AC Milan yang kini berprofesi sebagai pelatih itu.

Ia kemudian mempertanyakan sistem kualifikasi FIFA di tengah tren peningkatan prestasi sepak bola Afrika di kancah dunia. "Di masa saya, tim peringkat kedua terbaik langsung lolos ke Piala Dunia; sekarang aturannya sudah berubah," ujar Gattuso. "Jika ingin mengubah aturan, Anda harus menyampaikannya kepada pihak penyelenggara turnamen ini."

Adblock test (Why?)


Tamparan Buat Gattuso, Dua Tim Kuat Eropa Langsung Gugur di Piala Dunia 2026
Klik Source

Monday, June 29, 2026

Chelsea Ungkap Kekecewaan, Nilai Hati Maresca Sudah Bersama Man City Saat Masih Latih The Blues

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Enzo Maresca saat melatih Chelsea.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chelsea akhirnya buka suara terkait kepergian Enzo Maresca ke Manchester City. Klub asal London itu mengungkapkan bahwa mantan pelatihnya tersebut memang telah menunjukkan keinginan kuat untuk menggantikan Pep Guardiola di Stadion Etihad, meski masih terikat kontrak jangka panjang bersama The Blues.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (29/6/2026), Chelsea menyebut sudah mengetahui sejak musim gugur tahun lalu bahwa Maresca menjadi salah satu kandidat kuat suksesor Guardiola.

Menurut klub, Maresca tetap bertekad mengambil peluang tersebut meskipun kontraknya bersama Chelsea belum berakhir dan tidak dapat diputus secara sepihak.

"Menjadi jelas bagi kami bahwa dia sangat ingin menggantikan Guardiola dan sepenuhnya berkomitmen mengejar kesempatan itu, meskipun masih terikat kontrak jangka panjang yang tidak bisa diakhiri secara sepihak," tulis Chelsea.

Chelsea mengungkapkan, Maresca kemudian mengajukan pengunduran diri secara mendadak pada Desember 2025 sebelum resmi meninggalkan Stamford Bridge pada 1 Januari 2026.

Keputusan itu membuat manajemen merasa kecewa. Chelsea menilai fokus Maresca tidak lagi sepenuhnya tertuju kepada klub setelah muncul peluang menangani Manchester City.

"Kami tentu merasa kecewa karena meyakini pikiran dan hatinya sudah tertuju kepada klub lain dan kesempatan lain, padahal dia baru bergabung dengan Chelsea setahun sebelumnya," lanjut pernyataan tersebut.

Chelsea menilai pergantian pelatih di tengah musim bukan situasi yang ideal. Namun, klub menilai menerima pengunduran diri Maresca menjadi pilihan terbaik demi menjaga stabilitas tim, kepentingan para pendukung, serta nama besar klub.

Klub juga mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan penyelesaian secara rahasia dengan Manchester City terkait kepindahan Maresca. Berdasarkan sejumlah laporan media Inggris, City membayar kompensasi sebesar 17 juta poundsterling atau sekitar Rp402 miliar.

Kini, Chelsea menatap musim 2026/2027 bersama pelatih anyar Xabi Alonso. Manajemen meyakini mantan gelandang timnas Spanyol itu memiliki kapasitas untuk membawa klub kembali bersaing di papan atas.

"Kami memiliki seorang pelatih dengan kecerdasan sepak bola yang luar biasa dan profesionalisme tingkat tertinggi. Dia memiliki semua kualitas untuk menghadirkan kesuksesan yang layak didapatkan dan diharapkan para pendukung Chelsea," demikian pernyataan klub.

sumber : Antara

Advertisement

Adblock test (Why?)


Chelsea Ungkap Kekecewaan, Nilai Hati Maresca Sudah Bersama Man City Saat Masih Latih The Blues
Klik Source

MLSC 2026, All-Stars Kudus Pertahankan Gelar, Talenta Terbaik Melaju SingaCup 2026

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Rangkaian kejuaraan sepak bola putri yang digagas oleh BODF dan MilkLife bertajuk MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 sukses digelar. Berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada 23 hingga 28 Juni, All-Stars Kudus berhasil mempertahankan gelar kampiun setelah melakoni pertarungan sengit di partai final kontra All-Stars Jakarta dengan skor akhir 0-0 (4-3) lewat drama adu penalti. Sementara All-Stars Surabaya menempati podium ketiga usai mengalahkan All-Stars Yogyakarta 1-0.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengapresiasi seluruh pihak yang telah menghadirkan MilkLife Soccer Challenge sebagai wadah pembinaan sepak bola putri di Indonesia. Menurutnya turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tapi langkah nyata membangun masa depan sepak bola putri yang lebih inklusif dan berprestasi.

“PSSI telah menyiapkan blueprint 10 tahun menuju Piala Dunia Wanita 2035. Sekarang, kita tidak lagi hanya bicara rencana, tapi sudah bergerak dengan aksi nyata melalui program dan kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge. Kemajuan ini hanya bisa tercapai lewat kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas, sekolah, dan orang tua. MilkLife Soccer Challenge sudah jadi contoh nyata kolaborasi tersebut,” ujar Erick.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan sengitnya pertandingan dari fase grup hingga babak puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 menandakan perkembangan kemampuan pesepakbola putri usia dini yang kian merata. Hal ini tak lepas dari upaya untuk terus menumbuhkan ekosistem sepak bola putri Indonesia agar terus bergeliat melalui turnamen yang diselenggarakan secara berjenjang dan berkesinambungan. Guna menyaring lebih banyak lagi talenta pesepakbola putri Tanah Air, musim depan MilkLife Soccer Challenge melakukan ekspansi dengan penambahan kota penyelenggaraan, yakni Jayapura, Garut, serta Jakarta yang dibagi dua regional (Jakarta Timur dan Jakarta Utara).

“Musim ini kami melihat perkembangan yang sangat positif yang terlihat dari pertandingan berlangsung lebih kompetitif mulai fase grup hingga final, kualitas permainan, semangat dan mental mereka meningkat, kemampuan antar peserta pun kian berimbang. Bersamaan dengan itu, dukungan dari orangtua, sekolah, dan stakeholder terkait juga semakin besar. Banyak pemain yang kini rutin berlatih di SSB karena ingin lebih menekuni sepak bola. Perkembangan ini memberikan keyakinan kepada kami untuk memperluas jangkauan pembinaan dengan menambah tiga kota penyelenggara mulai musim depan,” kata Teddy.

Sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife kembali memberikan kesempatan bagi atlet belia guna merasakan atmosfer kompetisi di level internasional. Setelah sukses mengirim dua tim ke JSSL Singapore 7's 2025 dan menjadi runner-up, tahun ini sebanyak 34 pemain terbaik MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 diterbangkan ke SingaCup 2026 yang berlangsung pada 31 Oktober - 7 November mendatang. Ajang tersebut merupakan salah satu turnamen sepak bola bergengsi di Asia yang melibatkan talenta-talenta muda dari berbagai negara, termasuk beberapa perwakilan dari akademi sepak bola di Indonesia.

“MLSC All-Stars tidak berhenti di putaran nasional. Kami membentuk dua tim yang diisi oleh pemain terbaik hasil pantauan tim talent scouting untuk berlaga di SingaCup 2026. Melalui kompetisi tersebut, para atlet diharapkan menjadi ajang akselerasi kemampuan, meningkatkan mental, dan menambah jam terbang di level internasional. Pengalaman itu bertujuan guna membentuk talenta yang lebih matang sebagai bagian dari regenerasi Timnas Putri Indonesia,” ujar Teddy Tjahjono.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago mengungkapkan, proses talent scouting tidak hanya berfokus pada talenta individu, tetapi juga pemahaman bermain dan pengambilan keputusan di lapangan. Meski masih berada di level Sekolah Dasar, para pemain sudah mampu tampil percaya diri dan menunjukkan kematangan permainan, melampaui kelompok usianya. Menurutnya, aspek tersebut menjadi bekal penting membentuk tim untuk bersaing di level internasional.

“Kita mencari pemain yang punya potensi dari aspek football intelligence. Mereka harus mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan pola permainan, bermain efektif, bisa mengatur tempo permainan dan dinamis. Mungkin kriteria penilaian itu cukup rumit bagi pemain usia SD, tetapi dari MilkLife Soccer Challenge mereka mampu menunjukkan hal tersebut. Melihat performa mereka di lapangan, kami optimistis membangun tim yang kompetitif, atraktif dan bisa bersaing dengan negara lain,” ujar Jacksen.

Business Unit Head Dairy - PT Global Dairi Alami, Didiet Fadriana Abdulkadir, mengapresiasi semangat juang seluruh peserta MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 yang telah menampilkan permainan terbaik sejak hari pertama kompetisi. Baginya, setiap pertandingan yang tersaji bukan sekadar kompetisi, melainkan bukti nyata bahwa investasi dalam pembinaan sepak bola putri usia dini kini mulai berbuah hasil.

"Teknik mereka makin matang, mental bertandingnya semakin tangguh, dan sportivitas mereka patut diteladani," ungkapnya penuh semangat. Rasa bangga itu ia tuangkan dalam pesan yang mengalir tulus untuk para juara dan pemain terpilih yang akan mewakili Indonesia di SingaCup 2026. "Selamat kepada tim juara dan para pemain terbaik! Kalian telah menunjukkan perjuangan luar biasa sejak hari pertama kompetisi bergulir. Teruslah berlatih, jangan pernah berhenti bermimpi, dan selalu bawa semangat #BeraniCetakGol ke mana pun kalian melangkah," ujar dia. 

Adblock test (Why?)


MLSC 2026, All-Stars Kudus Pertahankan Gelar, Talenta Terbaik Melaju SingaCup 2026
Klik Source

Sunday, June 28, 2026

Cetak Sejarah! Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, AHMEDABAD – Tim Nasional Bola Voli Putra Indonesia resmi menjadi juara AVC Men's Cup 2026. Ini merupakan sejarah baru di dunia voli putra. 

Gelar juara ini berhasil diraih setelah Timnas Indonesia mengalahkan Korea Selatan di partai final yang digelar di Veer Savarkar Sports Complex, Ahmedabad, India, Ahad (28/6/2026).

Indonesia menang telak dengan skor telak 3-0. Pertandingan berlangsung sengit dengan rincian skor akhir 34-32, 25-16, dan 25-23.

Sebelum menumbangkan Korea Selatan di partai puncak, Indonesia harus berjuang keras di babak semifinal dan berhasil menyingkirkan tuan rumah India dengan skor ketat 3-2 pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kemenangan dramatis dengan skor 3-2 ini juga memastikan langkah Indonesia ke babak final untuk pertama kalinya dalam sejarah. 

Skuad asuhan pelatih Reidel Toiran ini diperkuat oleh kombinasi pemain senior berpengalaman dan talenta muda berbakat.

Diantaranya Alfin Daniel Pratama dan Jasen Natanael Kilanta sebagai setter; kemudian outside hitter: Farhan Halim, Boy Arnez Arabi, Doni Hariono, dan Agil Angga Anggara; middle blocker: Hendra Kurniawan, Tedi Oka, Raden Gumilar, dan Putra Bagus Hidayatullah; opposite: Ramma Faza Fauzan dan Dawuda Alaihimasalam; serta libero: Muhammad Reyhan dan Raihan Rizky Attorif.

Kemenangan tersebut menjadi gelar pertama Indonesia sepanjang keikutsertaannya di ajang AVC Cup. Lebih manis lagi, skuad Merah Putih membalas kekalahan telak 0-3 dari Korea Selatan yang mereka alami pada fase penyisihan grup.

Indonesia tampil luar biasa pada laga puncak melawan Korsel. Setelah melewati set pertama yang berlangsung ketat hingga deuce, tim asuhan Riedel Toiran berhasil mengamankan kemenangan 34-32. Momentum itu kemudian berlanjut pada set kedua yang dimenangkan dengan skor meyakinkan 25-16 sebelum Indonesia menuntaskan pertandingan lewat kemenangan di set ketiga untuk memastikan kemenangan 3-0.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi pencapaian terbesar tim voli putra Indonesia di level Asia. Sebelum turnamen ini, prestasi terbaik Indonesia di ajang tersebut belum pernah menembus partai final. Pada edisi 2023 dan 2025, Indonesia hanya mampu finis di peringkat keenam, sedangkan pada 2024 harus puas berada di posisi ke-11.

Perjalanan Indonesia menuju podium juara tidak mudah. Setelah mengawali turnamen dengan kekalahan dari Korea Selatan, Farhan Halim dan rekan-rekan bangkit dengan menumbangkan Qatar, Thailand, dan Oman untuk lolos ke semifinal. Di empat besar, Indonesia menyingkirkan tuan rumah India melalui pertarungan lima set yang dramatis sebelum akhirnya menyempurnakan kiprah mereka dengan mengalahkan Korea Selatan di final.

Adblock test (Why?)


Cetak Sejarah! Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026
Klik Source

Menpora: Pekan Olahraga Polri Perkuat Pembinaan Prestasi

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Polri 2026 yang digelar di Polda Metro Jaya, Ahad (28/6/2026). Menurut dia, ajang tersebut menjadi salah satu upaya memperluas ruang kompetisi sekaligus memperkuat budaya olahraga di Indonesia.

Erick mengatakan, pembangunan olahraga nasional tidak dapat dilakukan hanya oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Karena itu, ia menyambut baik keterlibatan Polri dalam menggelar ajang olahraga berskala besar.

"Saya juga berterima kasih karena tidak mungkin kami, Kemenpora, membangun olahraga dengan kesendirian. Makin banyak yang melaksanakan event-event olahraga, makin baik buat bangsa kita," kata Erick dalam sambutan pembuka pekan olahraga tersebut.

Ia menilai, semakin banyak kompetisi olahraga digelar, semakin terbuka pula peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi. Menurut Erick, sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Polri 2026 juga sejalan dengan arah pembinaan olahraga nasional.

Erick juga mengingatkan para atlet agar menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti pertandingan. Menurut dia, sportivitas merupakan salah satu unsur penting dalam membentuk karakter atlet.

"Para atlet yang akan bertanding, tetap jaga sportivitas. Karena itulah bagian dari jiwa raga kalian dalam membangun karakter yang baik," ujarnya.

Ia berharap Pekan Olahraga Polri 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan prestasi, penguatan karakter, serta mempererat sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam memajukan olahraga nasional.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo menegaskan Pekan Olahraga Polri 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet agar mampu berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional.

"Pekan Olahraga Polri ini menjadi wadah pembinaan prestasi, pencarian bibit atlet potensial, serta sarana mempererat persaudaraan dan membangun semangat kompetisi yang sehat," kata Kapolri dalam keterangannya seusai mengikuti rangkaian Pekan Olahraga Polri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Ahad.

Menurut dia, Polri akan terus memperkuat pembinaan atlet pada lebih dari 30 cabang olahraga binaan. Selain meningkatkan kualitas kompetisi, Pekan Olahraga Polri juga diarahkan menjadi bagian dari jenjang pembinaan menuju kejuaraan yang lebih tinggi.

"Polri akan terus berkomitmen memperkuat pembinaan para atlet pada lebih dari 30 cabang olahraga binaan Polri. Level kompetisi Pekan Olahraga Polri juga akan terus ditingkatkan sehingga dapat menjadi tahapan pembinaan menuju Kejuaraan Nasional, PON, SEA Games, Asian Games, hingga kejuaraan dunia dan Olimpiade," ujarnya.

Kapolri menjelaskan rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat dan olahraga bersama dalam suasana Car Free Day dari kawasan Monas menuju Polda Metro Jaya sebagai simbol kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan menjelang Hari Bhayangkara ke-80.

Selain itu, Polri menggelar Kapolri Cup 2026 yang mempertandingkan delapan cabang olahraga, yakni basket, bulu tangkis, judo, menembak, indoor sky diving, tenis lapangan, taekwondo, dan karate. Kejuaraan tersebut diikuti 6.698 atlet yang berasal dari unsur Polri, TNI, serta masyarakat umum.

Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada atlet-atlet Polri yang telah meraih prestasi di tingkat internasional, antara lain 50 medali pada World Police and Fire Games 2025 dan 30 medali pada SEA Games 2025.

"Saya ingin memberikan apresiasi kepada para atlet Polri atas prestasi yang membanggakan di beberapa ajang internasional, di antaranya 50 medali pada World Police and Fire Games 2025 dan 30 medali pada SEA Games 2025," katanya.

Ia berharap Pekan Olahraga Polri 2026 dapat berjalan dengan baik serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama institusi, bangsa, dan negara.

sumber : Antara

Adblock test (Why?)


Menpora: Pekan Olahraga Polri Perkuat Pembinaan Prestasi
Klik Source

Saturday, June 27, 2026

Belum Terkalahkan, Begini Skenario Iran Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, SEATTLE - Keputusan VAR menganulir gol dramatis Iran, membuat negara itu memeroleh hasil imbang 1-1 melawan Mesir pada laga penentu kedua tim dalam Grup G di Stadion Seattle, Amerika Serikat, Sabtu pagi WIB. Meski tak terkalahkan, kelolosan Iran ke babak selanjutnya kini tergantung penampilan tim-tim lain pada laga sisa fase grup Piala Dunia 2026 ini 

Sementara Mesir ke fase gugur setelah finis di posisi kedua klasemen akhir Grup G dengan torehan lima poin dari tiga laga. Mereka di bawah Belgia yang berada di peringkat pertama dengan poin yang sama, tetapi unggul dalam selisih gol. Sedangkan Iran berada di peringkat ketiga dan berstatus menunggu hasil dari Grup E, F, I, J guna menentukan posisi ketiga terbaik untuk lolos ke fase gugur.

Mesir membuka keunggulan cepat pada menit kelima melalui Mahmoud Saber. Gol itu lahir setelah Mahmoud "Trezeguet" Hassan mengirimkan umpan yang dimaksimalkan Saber untuk menaklukkan kiper Iran Alireza Beiranvand. Tim asal Afrika itu pun unggul 1-0.

Iran tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons gol tersebut. Pada menit ke-14, Ramin Rezaeian mencetak gol penyeimbang sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Gol tersebut membuat pertandingan berjalan semakin terbuka karena kedua tim sama-sama membutuhkan hasil positif untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.

Sepanjang babak pertama dan kedua, kedua tim silih berganti menciptakan peluang. Mesir tercatat melepaskan 15 upaya mengarah ke gawang, sedangkan Iran membalas dengan 13 percobaan.

Laga juga berlangsung keras. Wasit mengeluarkan tiga kartu kuning untuk pemain Mesir dan empat kartu kuning bagi Iran. Kedua kesebelasan melakukan total 27 pelanggaran selama laga.

Drama terjadi pada masa injury time. Iran sempat mengira berhasil membalikkan keadaan ketika Shoja Khalilzadeh mencetak gol pada menit ke-90+3.

Namun, setelah meninjau tayangan ulang melalui video assistant referee (VAR), wasit menganulir gol tersebut sehingga kedudukan tetap 1-1. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dari kedua tim. 

Hasil imbang tersebut memastikan Mesir melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai runner-up Grup G.

Skenario Iran

Sedangkan catatan Iran di Grup G adalah nol kemenangan, tiga hasil imbang, tanpa kekalahan. Saat ini, Iran belum tersingkir dari kompetisi karena mereka menempati posisi ketiga dan termasuk dalam delapan tim peringkat ketiga terbaik sebelum pertandingan besok.

Posisi Iran untuk lolos ke babak gugur belum aman karena tim-tim lain bisa finis di peringkat ketiga besok dengan perolehan poin yang lebih banyak daripada Iran. Tim-tim tersebut meliputi Ghana, Aljazair, dan RD Kongo. 

Agar aman, Iran sangat bergantung pada hasil pertandingan besok di mana Kroasia, Aljazair, dan RD Kongo diharapkan kalah. Situasi menjadi rumit karena Kroasia dan Ghana akan saling berhadapan besok; jika Kroasia mengalahkan Ghana, tim asal Afrika tersebut akan finis di peringkat ketiga dengan empat poin dan menggeser posisi Iran dalam klasemen tim peringkat ketiga. Sebaliknya, jika Kroasia kalah, posisi mereka akan berada di bawah Iran, sehingga harapan Iran untuk lolos tetap terjaga. 

Aljazair atau Austria akan finis di peringkat ketiga Grup J. Saat ini, Aljazair menempati peringkat ketiga dengan tiga poin, dan hasil imbang melawan Austria akan membuat mereka mengoleksi empat poin. Iran membutuhkan Austria untuk mengalahkan Aljazair agar perolehan poin tim asal Afrika tersebut tetap di angka tiga. 

Kemenangan RD Kongo atas Uzbekistan juga bisa membuat Iran terlempar dari posisi delapan besar klasemen tim peringkat ketiga, karena kemenangan tersebut akan memberi mereka empat poin. Jika RD Kongo gagal meraih poin penuh saat melawan Uzbekistan, peluang Iran untuk melaju ke babak gugur akan semakin besar karena Iran akan memiliki poin lebih banyak dibandingkan mereka.

Adblock test (Why?)


Belum Terkalahkan, Begini Skenario Iran Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia
Klik Source

Friday, June 26, 2026

Susunan Pemain Norwegia vs Prancis: Perebutan Status Juara Grup I Piala Dunia 2026

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, FOXBOROUGH, – Timnas Norwegia akan menghadapi Timnas Prancis pada pertandingan terakhir Grup I Piala Dunia 2026. Duel krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gillette, Foxborough, pada Sabtu pukul 02.00 WIB.

Kedua tim sama-sama membidik kemenangan untuk memastikan langkah ke babak 32 besar dengan status juara grup. Berdasarkan catatan FIFA, laga ini menjadi penentu nasib kedua kesebelasan. Norwegia melakukan rotasi besar-besaran pada susunan pemainnya dibandingkan pertandingan sebelumnya.

Sementara itu, pelatih Prancis, Didier Deschamps, menurunkan skuad terbaiknya, termasuk sang mega bintang, Kylian Mbappe. Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, tetap mengandalkan formasi 4-3-3.

Posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Egil Selvik. Lini belakang diisi oleh Fredrik Aursnes, Henrik Falchener, Leo Ostigard, dan Fredrik Andre Bjorkan. Untuk sektor tengah, trio Kristian Thorstvedt, Patrick Berg, dan Thelo Aasgaard akan menjadi motor permainan.

Trio lini depan diisi oleh Andreas Schjelderup, Jorgen Strand Larsen, serta Oscar Bobb. Di kubu lawan, Didier Deschamps kembali mengandalkan formasi 4-2-3-1. Mike Maignan tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang.

Empat pemain belakang Prancis diisi oleh Jules Kounde, Dayot Upamecano, Maxime Lacroix, dan Theo Hernandez. Manu Kone dan Aurelien Tchouameni akan berduet sebagai gelandang jangkar, sementara Michael Olise ditempatkan sebagai gelandang serang.

Kecepatan dari sisi sayap akan diandalkan melalui Desire Doue serta Ousmane Dembele, dengan Kylian Mbappe sebagai ujung tombak serangan. Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Michael Oliver dari Inggris ini diprediksi akan berlangsung sengit. Berikut susunan pemain selengkapnya:

Susunan Pemain Norwegia vs Prancis

Norwegia (4-3-3): Selvik; Aursnes, Falchener, Ostigard, Bjorkan; Thorstvedt, Berg, Aasgaard; Schjelderup, Strand Larsen, Bobb. Pelatih: Stale Solbakken. Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Upamecano, Lacroix, Hernandez; Kone, Tchouameni; Doue, Olise, Dembele; Mbappe. Pelatih: Didier Deschamps. Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Adblock test (Why?)


Susunan Pemain Norwegia vs Prancis: Perebutan Status Juara Grup I Piala Dunia 2026
Klik Source

Hornbills Rebut Gim Keempat, Paksa Final IBL Ditentukan pada Gim Kelima di Markas Pelita Jaya

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Bogor Hornbills memastikan persaingan final Indonesian Basketball League (IBL) 2026 belum berakhir. Tampil penuh determinasi di hadapan pendukung sendiri, Hornbills menundukkan Pelita Jaya Jakarta 85-72 pada gim keempat final di GOR Laga Tangkas, Bogor, Jumat (26/6/2026) malam.

Kemenangan tersebut membuat kedudukan final menjadi imbang 2-2 sehingga penentuan gelar juara harus ditentukan pada gim kelima di kandang Pelita Jaya, PJ Arena, Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad (28/6/2026).

Menghadapi laga hidup-mati, Hornbills langsung tampil menekan sejak awal. Mereka membuka pertandingan dengan keunggulan 5-0 dan tidak pernah sekalipun membiarkan Pelita Jaya memimpin hingga laga berakhir.

Sempat diimbangi 19-19 pada akhir kuarter pertama berkat kontribusi Andakara Prastawa, Brandon Jawato, dan Darious Moten, Hornbills kembali mengambil alih permainan pada kuarter kedua. Lima tembakan tiga angka yang berhasil bersarang ke ring lawan membuat tuan rumah menutup babak pertama dengan keunggulan 47-38.

Momentum itu terus berlanjut selepas jeda. Stephaun Branch tampil luar biasa dengan mencetak tujuh poin beruntun pada awal kuarter ketiga, dibantu permainan solid Fhirdan Guntara dan Daniel Wenas. Hornbills kemudian memperlebar keunggulan menjadi 64-50 sebelum memasuki kuarter penutup.

Pelita Jaya tak mampu bangkit pada kuarter keempat. Selvy Rondonuwu membuka kuarter dengan lima poin beruntun, sementara jump shot Travin Thibodeaux membuat keunggulan Hornbills sempat melebar hingga 21 poin. Tuan rumah akhirnya mengunci kemenangan meyakinkan 85-72.

Pelatih Hornbills Cesar Camara Perez mengatakan perubahan terbesar timnya terletak pada kualitas pertahanan. Menurut dia, agresivitas yang kembali diperlihatkan para pemain saat bertahan menjadi fondasi kemenangan yang memaksa final berlanjut hingga laga penentuan.

"Kami menemukan kembali energi dan keagresifan yang kami butuhkan untuk defense kami. Itu kunci dari game tadi. Kami memulai pertandingan dengan beberapa open shot dan spacing yang bagus di low post, meskipun gagal mendapat poin. Namun kami tetap percaya dan bertahan dengan agresif. Itu kunci utama dari gim tadi," ujar Cesar.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan timnya harus mempertahankan standar pertahanan seperti yang ditampilkan pada gim pertama, kedua, dan keempat jika ingin membawa pulang gelar juara.

"Kami harus menunjukkan level defense seperti game pertama, kedua, dan game hari ini, tidak seperti game ketiga. Sekarang kami istirahat, menganalisis pertandingan, evaluasi, lalu besok ke Jakarta. Kami harus fokus dan siap untuk menang pada Ahad," katanya.

Guard Hornbills Fhirdan Guntara menilai kemenangan tersebut berawal dari keyakinan seluruh pemain. Menurutnya, Hornbills tidak ingin terbebani oleh tekanan harus menang demi memperpanjang napas di final.

"Saya pribadi tidak terlalu overthinking soal kalah atau menang. Mindset kami tetap menang karena kami punya kapabilitas itu. Setiap kami melakukan defense yang bagus, offense kami akan mengalir dengan baik," ujar Fhirdan.

Di kubu Pelita Jaya, pelatih David Singleton mengakui timnya kalah dari segi energi dan agresivitas. Ia menyebut para pemain Hornbills tampil lebih siap sejak awal sehingga anak asuhnya kesulitan mengembangkan permainan.

"Energinya tidak ada, sementara mereka bermain dengan agresif dan level energi mereka lebih baik. Sekarang kami harus memulihkan kondisi, melihat lagi video pertandingan, dan melakukan pekerjaan lebih baik lagi," kata Singleton.

Meski kecewa, Singleton menegaskan target Pelita Jaya tidak berubah. Gim kelima di kandang sendiri menjadi kesempatan terakhir untuk mengunci gelar juara IBL musim ini.

"Tujuannya tetap sama, yaitu menjadi juara. Gim kelima adalah kesempatan kami untuk menjadi juara," ujarnya.

Senada dengan pelatihnya, point guard Pelita Jaya Andakara Prastawa memilih tidak larut dalam kekalahan. Menurutnya, seluruh fokus kini tertuju pada laga penentuan.

"All in saja nanti di gim kelima. Tinggal satu gim lagi, kasih semua yang kami bisa," kata Prastawa.

Secara statistik, Hornbills memang tampil jauh lebih efisien. Mereka membukukan akurasi tembakan dua angka mencapai 67 persen dan tripoin sebesar 34 persen. Sebaliknya, Pelita Jaya hanya mampu memasukkan empat dari 22 percobaan tripoin atau setara 18 persen.

Stephaun Branch menjadi bintang kemenangan Hornbills dengan torehan 37 poin. Travin Thibodeaux melengkapi penampilan impresif tuan rumah lewat tambahan 22 poin. Dari kubu Pelita Jaya, Perrin Buford mencetak 17 poin, sedangkan Agassi Goantara menyumbang 16 poin.

Final IBL 2026 pun akan ditentukan dalam satu pertandingan terakhir di Jakarta. Momentum kini berada di pihak Hornbills setelah mampu bangkit dari ketertinggalan, tetapi Pelita Jaya masih memiliki keuntungan tampil di hadapan publik sendiri pada gim penentuan.

sumber : Antara

Adblock test (Why?)


Hornbills Rebut Gim Keempat, Paksa Final IBL Ditentukan pada Gim Kelima di Markas Pelita Jaya
Klik Source

Thursday, June 25, 2026

Preview Jerman Vs Ekuador: Die Mannschaft Jaga Momentum, La Tri Berburu Keajaiban

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pemain Jerman Deniz Undav (tengah) beraksi saat melawan Pantai Gading dalam laga kedua Grup E Piala Dunia 2026 di Toronto, Kanada, Ahad (21/6/2026) dini hari WIB. Dua gol Undav memastikan kemenangan Jerman 2-1 atas Pantai Gading.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Jerman sudah memastikan satu tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Namun, status sebagai juara Grup E tidak membuat Die Mannschaft mengendurkan tekanan menjelang laga terakhir fase grup menghadapi Ekuador di Stadion MetLife, New Jersey, Jumat (26/6/2026) pukul 03.00 dini hari WIB.

Enam poin dari dua pertandingan membuat Jerman nyaman di puncak klasemen. Skuad asuhan Julian Nagelsmann membuka turnamen dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao sebelum menaklukkan Pantai Gading 2-1. Hasil tersebut memastikan Die Mannschaft lolos sekaligus mengamankan posisi juara grup.

Meski pertandingan melawan Ekuador tidak lagi menentukan nasib mereka di fase grup, Nagelsmann enggan melakukan rotasi besar-besaran. Pelatih berusia 38 tahun itu menilai timnya masih membutuhkan ritme kompetitif untuk menyempurnakan permainan menjelang fase gugur.

"Kami akan melakukan pergantian yang memang harus kami lakukan," kata Nagelsmann seperti dikutip dari Bavarian Football Works.

Keputusan tersebut memperlihatkan keinginan Jerman menjaga momentum yang telah dibangun sejak awal turnamen. Nagelsmann tidak ingin anak asuhnya kehilangan sentuhan kompetitif setelah menunjukkan performa meyakinkan dalam dua laga pertama.

Salah satu contoh terlihat pada penanganan Deniz Undav. Penyerang tersebut tampil impresif dengan torehan tiga gol dan dua assist, meski lebih sering masuk dari bangku cadangan. Namun, Nagelsmann belum tentu memberinya tempat di susunan pemain inti.

"Sekarang pasti akan mulai muncul pertanyaan apakah suatu saat dia akan bermain sejak awal. Itu tentu sangat mungkin, tetapi dia menjalankan perannya dengan luar biasa baik," ujar sang pelatih.

Di tengah situasi positif itu, Jerman juga menerima kabar kurang menggembirakan. Bek tengah Nico Schlotterbeck dipastikan absen hingga akhir turnamen setelah mengalami cedera ligamen pergelangan kaki kiri saat menghadapi Pantai Gading.

"Ini sangat menyakitkan bagi Nico dan bagi kami semua. Dia sedang menjalani turnamen yang sangat bagus dan merupakan sosok penting bagi tim," kata Nagelsmann di laman resmi DBF.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Preview Jerman Vs Ekuador: Die Mannschaft Jaga Momentum, La Tri Berburu Keajaiban
Klik Source

Neymar tak Kuasa Menahan Tangis, Setelah 981 Hari Akhirnya Kembali Bela Brasil

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pemain Brasil Neymar saat melawan Skotlandia pada pertandingan terakhir Grup C di Hard Rock Stadium, Miami, Kamis (25/6/2026) waktu setempat. Pada pertandingan itu Brasil berhasil menang telak dengan skor 3-0 lewat dua gol Vinicius Junior di menit ke-7 dan 48, serta satu gol Matheus Cunha di menit 60.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Neymar da Silva Santos Junior akhirnya kembali mengenakan seragam tim nasional Brasil setelah menunggu selama 981 hari. Momen yang dinantikan itu terjadi saat Selecao mengalahkan Skotlandia 3-0 pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Kamis (25/6/2026) pagi WIB.

Penampilan tersebut menjadi akhir dari penantian panjang Neymar sejak terakhir kali membela Brasil pada Oktober 2023. Cedera robek ligamen anterior cruciatum (ACL) yang dialaminya ketika menghadapi Uruguay membuat perjalanan sang bintang terhenti selama hampir tiga tahun.

Penyerang klub Santos itu masuk menggantikan Matheus Cunha pada menit ke-76 ketika tim Samba sudah unggul tiga gol. Seluruh penonton di Stadion Miami langsung berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah menyambut kembalinya idola mereka ke panggung internasional.

Suasana haru sudah terasa bahkan sebelum Neymar menginjak lapangan. Sewaktu pemain berusia 34 tahun itu meninggalkan bangku cadangan untuk melakukan pemanasan pada babak kedua, sorakan penonton mulai menggema dari berbagai sudut stadion.

Gemuruh semakin keras saat pelatih Brasil Carlo Ancelotti akhirnya memberi isyarat kepada Neymar untuk masuk ke lapangan pada menit ke-76. Setiap sentuhan bola yang dilakukannya sepanjang sisa pertandingan langsung disambut riuh para pendukung Brasil.

"Saya sangat senang bisa kembali mengenakan jersey tim nasional setelah tiga tahun," kata Neymar kepada media Brasil seusai pertandingan, dikutip dari sports.ndtv.com.

"Saya merasa kondisi fisik saya baik. Tentu saja sangat berat harus menepi selama sekian lama."

Ancelotti sebelumnya memang telah mengindikasikan bahwa Neymar kemungkinan tidak akan dimainkan sebagai starter. Sang pelatih memilih memberi menit bermain secara bertahap kepada pemain yang baru pulih dari cedera panjang tersebut.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Neymar tak Kuasa Menahan Tangis, Setelah 981 Hari Akhirnya Kembali Bela Brasil
Klik Source

Wednesday, June 24, 2026

Gim Ketiga Final IBL 2026: Hornbills Kehilangan Akurasi, Pelita Jaya Ambil Alih Kendali

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pemain Pelita Jaya Darius Moten membawa bola dijaga pemain Bogor Hornbills Travin Thibodeaux pada gim ketiga final IBL 2026 di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Rabu (24/6/2026) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pelita Jaya Jakarta menunjukkan respons sempurna setelah kekalahan telak pada laga kedua final IBL 2026. Bertanding di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Rabu (24/6/2026) malam, tim asuhan David Singleton menundukkan Bogor Hornbills 74-61 untuk merebut kembali kendali seri final dan unggul 2-1 dalam format best-of-five.

Kemenangan ini terasa penting bagi sang finalis musim lalu. Akhir pekan lalu, Pelita Jaya dipaksa menelan kekalahan menyakitkan 63-83 dari Hornbills. Kekalahan itu memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi permainan mereka menjelang fase paling menentukan musim ini. Namun, dalam laga ketiga, Pelita Jaya menjawab keraguan dengan permainan yang lebih disiplin, terutama di sektor pertahanan.

Sejak kuarter pertama, pertandingan berlangsung ketat. Hornbills berusaha memanfaatkan dukungan publik tuan rumah untuk menekan lebih dulu, tetapi Pelita Jaya tampil lebih siap menghadapi intensitas permainan lawan. Tim tamu berhasil mengendalikan tempo dan memaksa Hornbills bekerja keras untuk mendapatkan poin.

Pelita Jaya tampak belajar banyak dari kekalahan sebelumnya. Pertahanan yang sempat rapuh pada laga kedua kali ini tampil lebih rapat, terutama di interior. Rotasi berjalan lebih cepat, komunikasi antarpemain lebih baik, dan ruang tembak yang biasa dimanfaatkan Hornbills berhasil diminimalkan.

Pelatih Pelita Jaya David Singleton mengakui timnya memang memusatkan perhatian pada pembenahan aspek pertahanan setelah evaluasi menyeluruh pascalaga kedua.

"Masih tidak sempurna, masih ada banyak hal yang bisa kami lakukan. Tetapi secara keseluruhan, kami membuat mereka lebih sulit untuk mendapatkan poin," ujar Singleton seusai pertandingan.

Menurut dia, Hornbills tetap merupakan lawan yang sangat berbahaya karena memiliki banyak pemain berkualitas. Karena itu, Pelita Jaya harus meningkatkan agresivitas sekaligus kedisiplinan dalam menjalankan rencana permainan.

Perbaikan tersebut tidak hanya terlihat saat bertahan. Di sisi ofensif, Pelita Jaya juga menemukan kembali ritme permainan yang sempat hilang. Pergerakan bola lebih lancar dan eksekusi serangan terlihat lebih efektif dibanding laga sebelumnya.

Kapten Pelita Jaya Andakara Prastawa menilai keberhasilan timnya tidak lepas dari kepatuhan para pemain menjalankan instruksi pelatih.

"Kami mengikuti gameplan saja dan terbukti kami sudah tidak seperti laga kedua sebelumnya," kata Prastawa.

sumber : Antara

Advertisement

Adblock test (Why?)


Gim Ketiga Final IBL 2026: Hornbills Kehilangan Akurasi, Pelita Jaya Ambil Alih Kendali
Klik Source

Preview Brasil Vs Skotlandia: Selecao Buru Kemenangan, Tartan Army Kejar Mimpi

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pemain timnas Brasil Vinicius Junior melakukan selebrasi bersama rekan timnya seusai mencetak gol ke gawang Maroko dalam pertandingan babak penyisihan Grup C Piala Dunia FIFA 2026 di East Rutherford, New Jersey, AS, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat. Brasil bermain imbang 1-1 dengan Maroko. Maroko unggul lebih dahulu melalui gol Ismail Saibari di menit ke-21. Brasil berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Vinicius Junior pada menit ke-32.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Skotlandia menghadapi ujian terbesar mereka di fase grup Piala Dunia 2026 saat berjumpa Brasil pada laga terakhir Grup C di Stadion Miami, Florida, AS, Kamis (25/6/2026) pukul 05.00 WIB. Pertandingan ini dapat menjadi penentu sejarah baru bagi Tartan Army yang berpeluang lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.

Skotlandia mengumpulkan tiga poin dari dua pertandingan. Skuad asuhan Steve Clarke mengawali turnamen dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti sebelum menyerah 0-1 dari Maroko pada laga kedua. Posisi tersebut membuat peluang mereka untuk melangkah ke babak 32 besar masih terbuka lebar.

Hasil imbang melawan Brasil diyakini cukup untuk mengamankan tiket ke fase gugur. Bahkan jika kalah, peluang lolos masih tersedia bergantung pada hasil pertandingan lain dan persaingan peringkat ketiga terbaik.

Clarke diperkirakan tidak akan mengubah identitas permainan timnya. Pendekatan pragmatis dengan organisasi pertahanan rapat dan efektivitas saat transisi masih menjadi andalan. Lini tengah yang dihuni Scott McTominay, John McGinn, Lewis Ferguson, dan Ryan Christie akan menjadi pusat permainan Skotlandia.

Kapten Andy Robertson menegaskan timnya tidak gentar menghadapi salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola dunia.

"Kami akan menghadapi negara besar, tim paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia. Tetapi pertandingan ini juga memberi kami kesempatan untuk mewujudkan impian kami. Kami ingin menciptakan sejarah bagi negara kecil kami," kata Robertson.

Kepercayaan diri Skotlandia turut ditopang dukungan besar suporter yang memadati Miami. Meski belum pernah mengalahkan Brasil dalam 10 pertemuan sebelumnya, mereka merasa momentum kali ini berbeda karena datang dengan peluang nyata untuk mengukir sejarah.

Di kubu lawan, Brasil memasuki pertandingan dengan modal empat poin dari dua laga. Tim asuhan Carlo Ancelotti sempat bermain imbang 1-1 melawan Maroko sebelum bangkit dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Haiti.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Preview Brasil Vs Skotlandia: Selecao Buru Kemenangan, Tartan Army Kejar Mimpi
Klik Source

Tuesday, June 23, 2026

Deschamps Absen Dampingi Prancis, Balik ke Prancis untuk Hadiri Pemakaman Ibunda

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pelatih kepala Prancis Didier Deschamps.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Prancis harus menjalani laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026 tanpa kehadiran pelatih kepala Didier Deschamps. Arsitek Les Bleus itu kembali ke Prancis setelah menerima kabar duka meninggalnya sang ibu.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi Deschamps tidak akan memimpin sesi latihan maupun mendampingi tim saat menghadapi Norwegia pada pertandingan terakhir fase grup yang berlangsung Jumat (27/6/2026) waktu setempat.

"Didier Deschamps tidak akan dapat memimpin sesi latihan menjelang pertandingan Norwegia melawan Prancis. Dia juga akan absen pada laga terakhir Grup I," demikian pernyataan resmi FFF.

Deschamps menerima kabar berpulangnya sang ibu pada Selasa pagi. Pelatih yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 itu kemudian memutuskan pulang ke negaranya untuk menghadiri prosesi pemakaman bersama keluarga.

"Pelatih tim nasional menerima kabar pagi ini mengenai meninggalnya ibundanya dan akan kembali ke Prancis untuk menghadiri pemakamannya," tulis FFF.

Dalam situasi tersebut, tugas memimpin skuad Les Bleus untuk sementara diserahkan kepada asisten pelatih senior, Guy Stephan. Keputusan itu diambil setelah pembicaraan antara Deschamps dan Presiden FFF Philippe Diallo yang saat ini berada bersama tim di Amerika Serikat.

FFF menyatakan Deschamps memberikan kepercayaan penuh kepada Stephan untuk menangani tim hingga dirinya kembali bergabung dengan skuad.

sumber : Antara

Advertisement

Adblock test (Why?)


Deschamps Absen Dampingi Prancis, Balik ke Prancis untuk Hadiri Pemakaman Ibunda
Klik Source

Menpora Erick Thohir Tegaskan PON 2028 tak Bangun Venue Baru, Fokus pada 21 Cabor Prioritas

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak akan diwarnai pembangunan venue baru yang berpotensi menjadi aset mangkrak setelah ajang berakhir. Pemerintah memilih mengoptimalkan fasilitas yang sudah tersedia demi memastikan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien.

Menpora Erick menyampaikan hal itu kepada wartawan usai memimpin rapat konsolidasi bersama para gubernur daerah penyelenggara PON 2028 di Jakarta, Selasa (23/6/2026). DKI Jakarta akan berperan sebagai daerah pendukung penyelenggaraan.

"Bapak Presiden tidak mau ada venue baru yang kemudian mangkrak. Bapak Presiden juga tidak ingin anggaran salah sasaran. Karena itu kita harus memastikan penggunaan anggaran efektif dan efisien," kata Menpora Erick kepada wartawan.

Menurut Menpora, pemerintah saat ini tidak lagi bekerja dengan pola birokrasi lama yang kerap melahirkan proyek besar tanpa memperhitungkan keberlanjutannya. Karena itu, seluruh kebutuhan infrastruktur olahraga akan dievaluasi berdasarkan pemanfaatan jangka panjang.

Ia menjelaskan, pemerintah telah mengarahkan agar PON 2028 memprioritaskan 21 cabang olahraga yang terdiri atas 20 cabang olahraga unggulan Olimpiade dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) ditambah pencak silat sebagai cabang olahraga warisan budaya dunia (world heritage).

"Sebanyak 21 cabang olahraga beserta turunannya harus dipertandingkan. Dengan begitu kita mempunyai roadmap yang jelas mengenai keberlanjutan olahraga nasional," ujarnya.

Adapun 20 cabang olahraga Olimpiade yang menjadi prioritas DBON meliputi atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai, basket 3x3, dayung, tenis, anggar, gulat, dan equestrian. Sementara pencak silat menjadi cabang tambahan yang tetap dipertahankan karena nilai historis dan budayanya.

Menpora mengatakan, penetapan cabang olahraga tersebut bukanlah keputusan yang bersifat mutlak. Pemerintah masih membuka ruang penyesuaian berdasarkan kondisi riil di lapangan, termasuk kesiapan anggaran dan kesesuaian dengan target pembinaan olahraga nasional.

"Sudah ada surat edaran, tetapi itu bukan harga mati. Kita harus melihat realita di lapangan, apakah sesuai dengan DBON dan apakah kemampuan anggaran mencukupi," katanya.

Adblock test (Why?)


Menpora Erick Thohir Tegaskan PON 2028 tak Bangun Venue Baru, Fokus pada 21 Cabor Prioritas
Klik Source

Monday, June 22, 2026

Badai Petir Tunda Laga Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Para penonton mengenakan ponco plastik bergerak untuk berlindung karena kondisi cuaca saat jeda pertandingan babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026 antara Prancis melawan Irak, di Stadion Philadelphia, Pennsylvania, AS, Selasa (23/6/2026) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Irak di Stadion Philadelphia terpaksa ditunda sementara akibat badai petir yang melanda wilayah Philadelphia, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026) waktu setempat atau Selasa (23/6/2026) dini hari WIB.

Pihak penyelenggara meminta seluruh penonton yang berada di stadion untuk segera mencari tempat berlindung saat jeda pertandingan. Melalui layar raksasa stadion, panitia mengumumkan bahwa badai petir hebat sedang mendekati area pertandingan, seperti dilaporkan ESPN.

Penundaan awalnya diumumkan selama 15 menit setelah babak pertama berakhir atau sekitar pukul 17.00 waktu setempat atau 05.00 WIB. Namun, cuaca buruk yang belum mereda membuat jadwal dimulainya kembali pertandingan harus diundur hingga pukul 19.00 waktu setempat atau pukul 07.00 pagi WIB. Para pemain dijadwalkan kembali melakukan pemanasan sekitar 20 menit sebelum pertandingan dilanjutkan.

Sebelum penundaan terjadi, Prancis unggul 1-0 atas Irak. Keunggulan Les Bleus lahir lewat aksi bintang mereka, Kylian Mbappe, yang melepaskan tembakan kaki kiri spektakuler dari luar kotak penalti. Ini menjadi gol ke-15 Mbappe sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia.

Selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026, hujan deras beberapa kali mengganggu sesi latihan maupun aktivitas tim peserta. Namun, penundaan laga Prancis kontra Irak menjadi yang pertama terjadi akibat faktor cuaca dalam turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Badai Petir Tunda Laga Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026
Klik Source

Mo Salah Akhiri Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Kapten Mesir Mohamed Salah merayakan golnya ke gawang Selandia Baru di Piala Dunia 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika Mohamed Salah berlari menuju sudut lapangan usai mencetak gol ke gawang Selandia Baru, bukan sekadar keunggulan yang sedang dirayakan Mesir. Di BC Place, Vancouver, Senin (22/6/2026) pagi WIB, sang kapten membantu mengakhiri penantian negaranya selama 92 tahun di Piala Dunia.

Kemenangan 3-1 atas Selandia Baru menjadi kemenangan pertama Mesir sepanjang sejarah penampilan mereka di putaran final Piala Dunia. Sejak debut pada 1934, The Pharaohs harus menunggu hampir satu abad untuk akhirnya merasakan tiga poin di panggung terbesar sepak bola dunia.

Salah menjadi figur sentral dalam momen bersejarah tersebut. Setelah Mesir tertinggal lebih dulu, penyerang Liverpool itu mencetak gol yang membalikkan keadaan pada menit ke-67. Ia kemudian mengirimkan sepak pojok yang berujung pada gol Trezeguet yang membuat Mesir tak terkejar. Kontribusi itu memastikan Mesir mengamankan kemenangan perdana mereka dalam sembilan pertandingan Piala Dunia.

"Kami mencapai sesuatu yang hebat untuk semua pemain. Ini kemenangan besar," kata Salah, seperti dikutip dari BBC.

Kemenangan tersebut terasa semakin emosional jika melihat perjalanan panjang Mesir di ajang ini. Pada penampilan pertama di Italia 1934, mereka langsung tersingkir setelah kalah dari Hungaria. Setelah itu, Mesir baru kembali ke putaran final pada 1990 dan gagal meraih kemenangan dari tiga pertandingan.

Harapan besar sempat muncul ketika Salah membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Namun turnamen itu berubah menjadi kisah penuh kekecewaan. Beberapa pekan sebelum kompetisi dimulai, Salah mengalami cedera bahu saat membela Liverpool pada final Liga Champions melawan Real Madrid.

Cedera tersebut membuat seluruh Mesir cemas. "Saya bahkan menerima telepon dari Menteri Kesehatan Mesir," kenang dokter tim nasional Mohamed Aboud saat menceritakan upaya pemulihan Salah menjelang Piala Dunia 2018.

Salah memang akhirnya tampil di Rusia, tetapi tidak pernah berada dalam kondisi terbaiknya. Mesir kalah dari Uruguay pada laga pembuka. Penalti yang dicetak Salah saat menghadapi tuan rumah Rusia tidak mampu menghindarkan timnya dari kekalahan 1-3. Kekalahan dari Arab Saudi pada pertandingan terakhir membuat mereka pulang tanpa satu poin pun.

Luka itu semakin dalam ketika Mesir gagal lolos ke Piala Dunia 2022 setelah disingkirkan Senegal pada babak play-off. Generasi Salah kembali harus menunda mimpi membawa negaranya bersaing di level tertinggi dunia.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Mo Salah Akhiri Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
Klik Source

Sunday, June 21, 2026

Preview Uruguay Vs Tanjung Verde: La Celeste Waspadai Tim Kejutan

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Kiper Tanjung Verde Vozinha (kiri) beraksi melawan Mikel Oyarzabal dari Spanyol dalam pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 di Atlanta, AS, Senin (15/6/2026). Vozinha jadi pahlawan Tanjung Verde yang berhasil menahan imbang Spanyol 0-0.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Uruguay menghadapi ujian penting saat berjumpa Tanjung Verde pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Senin (22/6/2026) pagi WIB. Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan modal berbeda. Uruguay datang membawa tuntutan kemenangan, sementara Tanjung Verde berusaha melanjutkan kejutan yang sudah mereka ciptakan pada partai pembuka.

Sang debutan mencuri perhatian dunia setelah menahan juara Eropa Spanyol dengan skor 0-0. Hasil tersebut membuat Tanjung Verde tidak lagi dipandang sebagai pelengkap di grup yang juga dihuni Arab Saudi dan Uruguay.

Pelatih Pedro Leitao Brito atau yang akrab disapa Bubista sukses merancang strategi yang membuat Spanyol frustrasi sepanjang pertandingan. Tanjung Verde bertahan rapat, menjaga jarak antarlini, dan memaksa lawan memainkan bola ke area yang tidak berbahaya.

Kiper veteran Vozinha menjadi salah satu sosok kunci di balik keberhasilan tersebut. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampil tenang di bawah mistar sekaligus menjadi pemimpin lini belakang Hiu Biru.

"Yang terpenting, kami di sini untuk berkompetisi. Kami tidak boleh membatasi diri, meskipun kami tahu kami berasal dari negara kecil," kata Vozinha, dikutip dari Channel News Asia, Ahad (21/6/2026).

Kepercayaan diri yang sama juga disampaikan gelandang Deroy Duarte. Menurut dia, hasil melawan Spanyol menjadi bukti bahwa Tanjung Verde mampu bersaing dengan siapa pun di turnamen ini.

"Tidak ada yang mengira kami bisa menahan Spanyol. Jadi kenapa tidak melawan Uruguay? Kami harus percaya. Selama Anda percaya, banyak hal bisa terjadi," ujar Duarte.

Tanjung Verde diperkirakan tetap mengandalkan pendekatan pragmatis. Mereka akan membiarkan Uruguay menguasai bola, kemudian mencari peluang melalui serangan balik cepat dan situasi bola mati.

Namun tantangan yang menanti tidak mudah. Uruguay datang dengan motivasi besar setelah gagal mengamankan kemenangan pada laga pertama. Skuad asuhan Marcelo Bielsa hanya bermain imbang 1-1 melawan Arab Saudi meski mendominasi pertandingan.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Preview Uruguay Vs Tanjung Verde: La Celeste Waspadai Tim Kejutan
Klik Source

Mengupas Fenomena Sosial pada Gelaran Piala Dunia 2026

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gelaran akbar Piala Dunia 2026 resmi bergulir di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Meski tim nasional Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia dan tak pernah menjadi tuan rumah, gaung hajatan empat tahun sekali itu tetap terasa kuat di dalam negeri.

Xinhua berbincang dengan akademisi/peneliti sekaligus pakar psikologi sosial dan perilaku masyarakat dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Haidar Buldan Thontowi Ph.D., yang pernah menjabat direktur Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) UGM, guna mengulas beragam fenomena sosial yang kerap melanda masyarakat sebagai dampak euforia si kulit bundar.

Identitas sosial

Ketika ditanya mengapa banyak masyarakat Indonesia bersikap militan dalam membela tim negara lain meski tak memiliki pertalian dan hubungan darah secara langsung, Buldan memaparkan jawaban menarik yang terkait dengan identifikasi sosial.

"Tentu ada beberapa identitas sosial yang saling beririsan, misalnya karena sama-sama berasal dari Asia, maka tim Jepang dan Korea Selatan dinilai memiliki kesamaan identitas. Hal lainnya mungkin faktor kesamaan agama, sehingga negara yang mayoritas beragama Islam seperti Uzbekistan atau Turkiye juga sangat mungkin memunculkan kesamaan identitas bagi penonton Indonesia," ujar Buldan ketika berbincang dengan Xinhua pada Jumat (19/6).

Meski demikian, ungkap Buldan, tak tertutup kemungkinan adanya identifikasi lain yang bersifat lebih personal bagi seorang individu, seperti pemain idola, kekaguman fisik, prestasi, atau gaya permainan yang menjadi inspirasi. Hal ini menerangkan mengapa banyak penonton Indonesia juga mendukung tim dari Eropa seperti Jerman, Belanda, atau bahkan Inggris yang merupakan negeri asal sepak bola.

"Tim Belanda contohnya, secara historis dianggap dekat dengan Indonesia, karena saat ini banyak pemain naturalisasi dari negara tersebut yang bergabung dengan skuad Indonesia, sehingga membangkitkan identitas baru," terang Buldan yang saat ini mengepalai Unit Jaminan Mutu (UJM) di Fakultas Psikologi UGM.

Menurutnya, identifikasi tersebut tentu bukanlah hal yang negatif selama tidak membawa kerugian dan justru dapat dimanfaatkan untuk hal yang konstruktif. "Contoh saja, dulu sangat jarang ada tim Asia yang mampu melenggang ke Piala Dunia, namun kini semakin banyak tim Asia yang masuk dan diperhitungkan, hal ini dapat dipetik sebagai bahan inspirasi dan motivasi pribadi bagi para suporter untuk turut berprestasi," ujarnya.

Dampak kesehatan mental

Secara jam tayang, Piala Dunia merupakan hiburan berbentuk olahraga yang penyelenggaraannya berbeda zona waktu dengan Indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati gelaran pertandingan. Lantas, bagaimana cara menyikapi hal tersebut dengan bijaksana?

Buldan membagikan tips agar Piala Dunia 2026 tetap dapat dinikmati masyarakat tanpa mengganggu kesehatan mental. "Paling penting untuk diperhatikan adalah jam tidur yang cukup, karena istirahat yang minim tak hanya berpengaruh bagi kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental," ujarnya.

sumber : Xinhua

Adblock test (Why?)


Mengupas Fenomena Sosial pada Gelaran Piala Dunia 2026
Klik Source

Saturday, June 20, 2026

Belanda vs Swedia: Duel Wajib Menang Demi Puncaki Grup F Piala Dunia 2026

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Penjaga gawang Jepang Jepang Zion Suzuki gagal menghalau tendangan pemain Belanda pada pertandingan babak penyisihan Grup F Piala Dunia FIFA 2026 di Dallas, Texas, AS, Ahad (14/6/2026) waktu setempat. Kedua kesebelasan bermain imbang 2-2. Gol Belanda dicetak Virgil vn Dijk pada menit ke-51 dan Crysencio Summerville menit ke-64. Gol balasan Jepang dicetak Keito Nakamura di menit ke-57 dan Daichi Kamada pada menit ke-89.

REPUBLIKA.CO.ID, HOUSTON, – Tim nasional Belanda dan Swedia akan saling berhadapan dalam laga krusial kedua Grup F Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion NRG, Houston, pada Minggu (21/6) pukul 00.00 WIB ini menjadi duel wajib menang bagi kedua tim untuk memuluskan langkah mereka ke babak berikutnya.

Kemenangan menjadi harga mati bagi De Oranje setelah pada pertandingan pertama mereka hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Jepang. Tambahan tiga poin akan sangat berarti untuk menjaga asa lolos dari fase grup.

Di sisi lain, Swedia yang saat ini memuncaki klasemen juga mengincar poin penuh demi mempercepat tiket ke fase gugur setelah sukses memenangi laga pembuka mereka.

Pelatih Belanda, Ronald Koeman, kembali mengandalkan formasi 4-3-3. Di bawah mistar gawang, Bert Verbruggen tetap dipercaya sebagai penjaga gawang utama. Ia akan dilindungi oleh empat bek tangguh yang terdiri dari Denzel Dumfries, Virgil van Dijk, Jan Paul van Hecke, serta Micky van de Ven.

Untuk mengatur ritme permainan di lini tengah, Koeman memasang trio Ryan Gravenberch, Frenkie de Jong, dan Tijjani Reijnders. Sementara itu, daya gedor lini depan Oranje akan bertumpu pada trisula Donyell Malen, Brian Brobbey, dan Cody Gakpo.

Strategi Tiga Bek Swedia

Berbeda dengan lawannya, pelatih Swedia Graham Potter memilih formasi 3-5-2. Kristoffer Nordfeldt dipercaya mengawal gawang, dilindungi tiga bek tengah sekaligus, yakni Victor Lindelof, Isak Hien, dan Gustaf Lagerbielke.

Di lini tengah, Jesper Karlstrom akan berperan sebagai poros permainan. Ia akan diapit oleh dua gelandang serang, Yasin Ayari dan Benjamin Nygren, serta dukungan dari dua sayap, Gabriel Gudmundsson dan Alexander Bernhardsson.

Kelimanya akan bekerja keras menopang duet penyerang tajam Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Pertandingan ini akan dipimpin oleh wasit asal Inggris, Michael Oliver.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Advertisement

Adblock test (Why?)


Belanda vs Swedia: Duel Wajib Menang Demi Puncaki Grup F Piala Dunia 2026
Klik Source

Sambut Dukungan Prabowo untuk Anggaran Multiyears Pelatnas, Yenny Wahid: Investasi Olahraga RI

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Yenny Wahid, mengapresiasi komitmen dan dukungan besar Presiden Prabowo Subianto terhadap skema anggaran multiyears untuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) atlet yang disampaikan Menpora Erick Thohir saat bertemu Presiden di Hambalang, Jawa Barat beberapa waktu lalu. 

Menurut dia, hal tersebut menjadi bentuk dukungan penuh penguatan dan pengembangan ekosistem serta pembinaan olahraga nasional jangka panjang. “Kami mengapresiasi komitmen dan dukungan penuh Bapak Presiden terhadap pelatnas jangka panjang dan kebijakan anggaran multiyears," kata Yenny saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

"Bagi kami di FPTI, keberhasilan tidak lahir secara instan. Prestasi dunia hanya dapat diraih melalui pembinaan yang berkelanjutan, terencana, dan didukung penuh secara konsisten,"kata dia.

Para atlet kebanggan Indonesia baru saja mencatatkan sejarah dengan meraih medali emas di nomor lead pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026 di Praha, Ceko beberapa waktu lalu. Prestasi ini merupakan pencapaian yang telah dinantikan selama puluhan tahun. 

"Karena itu, dukungan besar Bapak Presiden terhadap pelatnas jangka panjang adalah sebuah keputusan yang sangat strategis. Ini bukan hanya investasi untuk satu atau dua kejuaraan, tetapi investasi untuk masa depan olahraga Indonesia,"tegas dia.

Sebelumnya, Indonesia telah dikenal sebagai kekuatan dunia di nomor speed dan berkali-kali berdiri di podium tertinggi. Kini, keberhasilan di nomor lead membuktikan bahwa dengan program yang tepat, pembinaan yang fokus, serta dukungan pemerintah yang kuat, Indonesia mampu berkembang menjadi kekuatan yang lebih lengkap di cabang olahraga panjat tebing.

 

 

“Emas dunia di nomor lead yang kami raih di Praha membuktikan bahwa prestasi besar bukanlah hasil kerja sesaat. Dengan pembinaan yang fokus, berkelanjutan, dan didukung penuh oleh negara, Indonesia mampu menciptakan sejarah baru dan terus mengibarkan Merah Putih di panggung dunia," tutur dia.

Yenny merasa yakin dengan pembinaan atlet di pelatnas yang konsisten dan berkesinambungan, prestasi membanggakan akan terus terlahir dan mengukir sejarah untuk negeri.

"Kami percaya, dengan kesinambungan pembinaan, semakin banyak prestasi dunia yang akan lahir dan semakin sering Merah Putih berkibar di panggung internasional di masa depan,"tegas dia.

Adblock test (Why?)


Sambut Dukungan Prabowo untuk Anggaran Multiyears Pelatnas, Yenny Wahid: Investasi Olahraga RI
Klik Source

Susunan Pemain AS vs Australia: Pochettino dan Popovic Bidik Kemenangan

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, SEATTLE, – Timnas Amerika Serikat akan berhadapan dengan Timnas Australia dalam laga lanjutan Grup D Piala Dunia 2026. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle, pada Sabtu (20/6) pukul 02.00 WIB.

Kedua tim sama-sama membidik kemenangan untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya. Baik Amerika Serikat maupun Australia datang ke laga ini dengan modal positif.

Mereka bertekad melanjutkan tren kemenangan setelah berhasil mengemas hasil memuaskan di pertandingan sebelumnya. Tambahan tiga poin menjadi harga mati bagi kedua kubu.

Dari kubu tuan rumah, pelatih asal Argentina Mauricio Pochettino kembali mengandalkan formasi 4-2-3-1. Di bawah mistar gawang, kepercayaan diberikan kepada Matt Freese. Sementara itu, lini belakang dihuni oleh empat pemain, yakni Alex Freeman, Chris Richards, Tim Ream, serta Antonee Robinson.

Untuk sektor tengah, Pochettino menempatkan dua gelandang sejajar, Malik Tilman dan Tyler Adams. Posisi pemain sayap diisi oleh Sergino Dest dan Weston McKennie, dengan Ricardo Pepi berperan sebagai gelandang serang. Ujung tombak serangan dipercayakan kepada Folarin Balogun.

Di sisi lain, Timnas Australia di bawah asuhan Tony Popovic kembali memasang formasi 5-4-1. Formasi ini terbukti solid saat mereka berhasil menjungkalkan Turki dengan skor 2-0.

Posisi penjaga gawang kembali ditempati oleh Patrick Beach. Lini pertahanan Socceroos akan digalang oleh lima pemain, yaitu Jordan Bos, Cameron Burgess, Harry Souttar, Alessandro Circati, dan Jacob Italiano.

Di lini tengah, terdapat duet Paul Okon-Engstler dan Aiden O'Neill yang didampingi dua pemain sayap, Nishan Velupillay serta Mathew Leckie.

Harapan besar diletakkan di pundak Mohamed Toure yang akan beroperasi sebagai penyerang tunggal. Ia diharapkan mampu menjadi pemecah kebuntuan bagi tim berjuluk Socceroos tersebut. Pertandingan ini akan dipimpin oleh wasit asal Jerman, Felix Zwayer.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Advertisement

Adblock test (Why?)


Susunan Pemain AS vs Australia: Pochettino dan Popovic Bidik Kemenangan
Klik Source

Friday, June 19, 2026

Preview Brasil vs Haiti: Saatnya Samba Menjawab Kritik

Post Ulang zeranjerat.blogspot.com

Pemain timnas Brasil Vinicius Junior melakukan selebrasi bersama rekan timnya seusai mencetak gol ke gawang Maroko dalam pertandingan babak penyisihan Grup C Piala Dunia FIFA 2026 di East Rutherford, New Jersey, AS, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat. Brasil bermain imbang 1-1 dengan Maroko. Maroko unggul lebih dahulu melalui gol Ismail Saibari di menit ke-21. Brasil berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Vinicius Junior pada menit ke-32.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Brasil menghadapi tekanan besar saat berjumpa Haiti pada laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB. Setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada pertandingan pembuka, Selecao tak punya banyak ruang untuk kembali terpeleset.

Hasil seri pada laga pertama membuat langkah Brasil menuju fase gugur belum sepenuhnya aman. Skuad asuhan Carlo Ancelotti saat ini mengoleksi satu poin, tertinggal dari Skotlandia yang memimpin klasemen sementara Grup C dengan tiga angka. Kemenangan atas Haiti menjadi target mutlak sebelum mereka menjalani partai terakhir fase grup.

Penampilan Brasil saat menghadapi Maroko juga menuai kritik. Selecao dinilai gagal menunjukkan dominasi yang selama ini menjadi ciri khas mereka. Lini serang yang dihuni sejumlah pemain bintang kesulitan menciptakan peluang bersih dan hanya sesekali mengancam gawang lawan.

Namun Ancelotti memilih tidak panik. Pelatih asal Italia itu menilai ketegangan laga pembuka turut memengaruhi performa timnya.

"Pertandingan pertama selalu sulit. Ada tekanan, ada ketegangan. Kami tahu ada beberapa hal yang harus diperbaiki, tetapi saya tetap percaya dengan tim ini," kata Ancelotti, Jumat (19/6/2026).

Mantan pelatih Real Madrid tersebut mengisyaratkan akan melakukan sejumlah penyesuaian taktik, meski tidak berencana mengubah terlalu banyak komposisi pemain inti. Menurut dia, hasil imbang melawan Maroko justru menjadi bahan evaluasi berharga bagi timnya.

"Saya melihat para pemain sangat kritis terhadap diri mereka sendiri. Itu hal yang positif. Kami memahami apa yang perlu ditingkatkan," ujar Ancelotti.

Bek Brasil Gabriel Magalhaes menegaskan timnya sudah melupakan hasil pada laga pembuka dan kini sepenuhnya fokus menghadapi Haiti.

"Kami harus membalik halaman dan fokus pada pertandingan berikutnya," kata pemain Arsenal tersebut.

Gabriel menilai suasana di dalam skuad tetap kondusif meski kritik mengalir setelah hasil imbang kontra Maroko.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Preview Brasil vs Haiti: Saatnya Samba Menjawab Kritik
Klik Source