
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyerang Swedia Viktor Gyokeres tetap melihat sisi positif meski perjalanan negaranya di Piala Dunia 2026 harus terhenti pada babak 32 besar. Kekalahan 0-3 dari Prancis pada Rabu (1/7/2026) pagi WIB memang meninggalkan kekecewaan. Namun bagi striker berusia 28 tahun itu, tampil di panggung sepak bola terbesar dunia menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan.
Gyokeres mengakui Piala Dunia memiliki arti istimewa dalam kariernya. Ia bangga bisa membawa nama Swedia bersaing melawan tim-tim terbaik dunia, meski langkah mereka akhirnya dihentikan oleh Prancis yang tampil sebagai salah satu kandidat kuat juara.
“Tidak ada yang lebih besar dari Piala Dunia. Ini luar biasa dan saya sangat bangga,” ujar Gyokeres dilansir dari laman resmi FIFA hari ini.
Perjalanan Swedia di turnamen kali ini menjadi momen bersejarah bagi generasi baru mereka. Gyokeres menjadi salah satu pemain penting dengan catatan satu gol dan dua assist saat Swedia mengawali kiprah di Piala Dunia dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia.
Namun, setelah berhasil melewati fase grup, Swedia harus menghadapi tantangan berat melawan Prancis di babak 32 besar. Kualitas lini serang Les Bleus menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Meski kalah, Gyokeres memberikan apresiasi besar kepada para pendukung Swedia yang terus memberikan dukungan hingga akhir pertandingan. Fans Swedia tetap bernyanyi meski timnya tertinggal dan harus menghadapi tekanan dari pendukung Prancis.
“Mereka adalah alasan kami berada di sini. Kami tidak bisa melakukan ini tanpa mereka. Saya menyesal kami tidak bisa meraih lebih banyak dari turnamen ini,” kata pemain Arsenal tersebut.
Gyokeres juga memuji kekuatan Prancis. Menurut dia, tim asuhan Didier Deschamps memiliki kombinasi pemain yang sangat matang, terutama dalam membangun serangan.
“Dari segi serangan, mereka sangat terhubung. Mereka saling mengenal dengan baik, Anda bisa melihat dan merasakannya di lapangan,” ujarnya.
Ia menilai Prancis memiliki peluang besar melangkah jauh di Piala Dunia 2026 jika mampu menjaga keseimbangan antara ketajaman serangan dan kekuatan pertahanan.
“Jika mereka terus seperti ini dan menjaga pertahanan mereka tetap terorganisasi, saya pikir mereka akan melangkah sangat jauh. Mereka adalah tim yang sangat bagus,” kata Gyokeres.
Dalam laga tersebut, Gyokeres juga berkesempatan menghadapi rekan setimnya di Arsenal, William Saliba, yang menjadi bagian penting dari pertahanan Prancis. Ia mengaku menikmati tantangan bermain melawan pemain-pemain terbaik.
“Senang rasanya bermain melawannya. Dia adalah bek yang sangat bagus. Itulah yang saya sukai: bermain melawan yang terbaik,” tutur Gyokeres.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Gyokeres optimistis masa depan Swedia cerah. Ia menyebut skuad saat ini masih dalam tahap membangun fondasi sebagai tim baru di level internasional.
“Kami adalah tim baru. Kami belum pernah bermain di turnamen besar sebelumnya, atau setidaknya hanya sedikit dari kami yang pernah mengalaminya,” ucapnya.
Menurut Gyokeres, Swedia memiliki banyak pemain berbakat dan membutuhkan waktu untuk berkembang menjadi tim yang lebih kuat.
“Saya rasa kami memiliki pemain-pemain yang sangat berbakat. Seiring waktu, saya rasa kami akan menjadi sangat, sangat bagus,” katanya.
Dengan target tampil lebih baik di Piala Dunia 2030 yang digelar di Maroko, Portugal, dan Spanyol, Gyokeres berharap generasi baru Swedia mampu bersaing lebih jauh menghadapi para raksasa sepak bola dunia.
Piala Dunia 2026 Jadi Pengalaman Berharga, Viktor Gyokeres Yakin Swedia Bisa Jadi Kekuatan Baru
Klik Source