
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat secara resmi meluncurkan buku Sports Intelligence sebagai panduan strategis dalam pengembangan olahraga prestasi nasional. Peluncuran buku tersebut ditandai dengan bedah buku yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Surabaya, Selasa (7/7/2026).
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman yang hadir sebagai pembicara utama mengawali paparannya dengan menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNESA Prof. Nurhasan beserta jajaran atas dukungan dan keterbukaan kampus sehingga bedah buku dapat terlaksana.
Buku Sports Intelligence merupakan gagasan Marciano Norman yang disusun bersama empat penulis, yakni Eman Sungkowo, Syarif Hidayat, Jerry Indrawan, dan Irandito Abdul Hakim Malik.
Marciano menjelaskan gagasan penyusunan buku tersebut berawal sejak dirinya menjabat Ketua Umum KONI Pusat pada 2019. Saat itu, ia kerap menyampaikan bahwa media memiliki peran penting sebagai bagian dari sports intelligence karena memiliki jaringan luas dalam menghimpun berbagai informasi yang dibutuhkan pembinaan olahraga nasional.
"Saya berinisiatif menggabungkan konsep intelijen dengan olahraga sehingga lahirlah bidang intelijen olahraga di KONI Pusat dan tentunya juga buku Sports Intelligence ini," ujar Marciano yang juga pernah menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2011-2015.
Menurut dia, buku tersebut tidak hanya menjadi literatur akademik, tetapi juga panduan strategis bagi masa depan olahraga prestasi Indonesia. Marciano menilai persaingan olahraga modern tidak lagi hanya ditentukan kemampuan fisik atlet di lapangan, melainkan juga oleh kecerdasan dalam mengelola data, informasi, serta strategi.
Ia menjelaskan perkembangan teknologi telah mengubah wajah olahraga menjadi kompetisi berbasis data. Karena itu, Sports Intelligence diharapkan menjadi penghubung antara pendekatan sports science dengan pemanfaatan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan big data.
Dalam implementasinya, Marciano menegaskan KONI Pusat bersama KONI daerah dan induk organisasi cabang olahraga akan menjadi tulang punggung operasional dalam penerapan konsep tersebut demi mendukung peningkatan prestasi olahraga Indonesia menuju Indonesia Emas serta mendukung Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, laporan kegiatan disampaikan Rektor UNESA Nurhasan yang diwakili Wakil Rektor IV sekaligus Ketua Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Timur Dwi Cahyo Kartiko.
Ia mengatakan peluncuran buku tersebut berlangsung pada momentum yang istimewa, yakni 7 Juli 2026 atau bertepatan dengan tanggal 7 bulan 7 tahun 2026. Menurut Cahyo, semangat yang diusung dalam Sports Intelligence sejalan dengan visi UNESA dalam mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis inovasi.
"Semoga karya ini menjadi referensi penting bagi akademisi, pengambil kebijakan, dan seluruh insan olahraga Indonesia," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, KONI Pusat dan UNESA juga memperbarui kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman.
Dalam sesi bedah buku, Ketua Tim Penulis sekaligus Kepala Bidang Sports Intelligence KONI Pusat, Eman Sungkowo, memaparkan bahwa intelijen olahraga merupakan pemanfaatan informasi strategis yang memungkinkan atlet dan pelatih memahami kekuatan, kelemahan, serta pola permainan lawan melalui informasi yang akurat.
Sementara itu, salah satu penulis, Syarif Hidayat, menekankan bahwa konsep Sports Intelligence hanya akan memberikan manfaat apabila diterapkan dalam kebijakan secara bertahap dengan dukungan data yang relevan.
Penulis lainnya, Jerry Indrawan, menjelaskan pentingnya membangun ekosistem data olahraga nasional yang terintegrasi. Menurut dia, seluruh data keolahragaan idealnya dihimpun dalam satu sistem sehingga dapat dimanfaatkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai pembuat kebijakan, KONI sebagai pelaksana, serta induk organisasi cabang olahraga sebagai ujung tombak pembinaan.
Ia juga menegaskan peran strategis KONI daerah dan perguruan tinggi dalam memperkuat pembinaan atlet karena kualitas pembinaan di daerah menjadi fondasi prestasi olahraga nasional.
Buku setebal lebih dari 500 halaman yang terdiri atas 12 bab tersebut juga menempatkan KONI sebagai agregator utama data olahraga nasional, penghubung sinergi pusat dan daerah, sekaligus salah satu pilar pelaksanaan Grand Design Olahraga Nasional 2021-2045.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan Deklarasi Sports Intelligence Indonesia yang dipimpin Prof. Nurhasan dan diikuti seluruh peserta, termasuk para mahasiswa. Deklarasi tersebut diharapkan menjadi komitmen bersama dalam mengoptimalkan penerapan Sports Intelligence guna meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di masa mendatang.
KONI Pusat Luncurkan Buku Sports Intelligence, Marciano Dorong Revolusi Data dan AI untuk Prestasi
Klik Source
No comments:
Post a Comment