:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1048665/original/044815500_1447057579-20151109-Ilustrasi-Logam-Muli-iStockphoto2.jpg)
Hingga Agustus 2018 harga emas turun sekitar delapan persen. Sedangkan dolar AS yang bergejolak membuat, harga emas stabil di atas USD 1.200.
"Penguatan harga emas hanya jangka pendek. Salah satu alasan kami melihat harga emas melemah karena ekonomi AS sedang kuat dan konsumen merasa yakin tentang hal Ini sebagaimana terbukti dalam data ekonomi kemarin," ujar Naeem Aslam, Kepala Analis Think Markets.
Ia menambahkan, faktor siklus kenaikan suku bunga juga dorong dolar AS lebih tinggi.
The federal Reserve atau bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan lebih tinggi pada September dan Desember. Ditambah pengetatan moneter pada 2019.
Secara teknikal, harga emas di level support USD 1.200. Kepala Analis ActivTraders, Carlo De Cas menuturkan, tingkat kunci harga emas berikutnya di posisi USD 1.180. “Kenaikan di atas USD 1.210 akan menjadi dorong positif yang pertama dengan target potensial USD 1.230,” ujar dia.
Harga logam lainnya antara lain harga perak melemah 0,5 persen menjadi USD 14.697 per ounce. Harga tembaga susut hampir satu persen ke posisi USD 2,71 per pound. Sedangkan harga platinum untuk pengiriman Oktober naik 0,1 persen menjadi USD 796,60 per ounce. Harga palladium naik dua persen menjadi USD 958,50 per ounce.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Pentingnya investasi sejak dini
No comments:
Post a Comment