
Pesepak bola Timnas Indonesia U-17 Fadly Fadly Alberto (kedua kanan) berselebrasi bersama rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang Timnas Honduras U-17 pada laga Grup H Piala Dunia U17 2025 di Lapangan 2 Aspire Zone, Doha, Qatar, Senin (10/11/2025). Indonesia menang dengan skor 2-1 dan berada di posisi ketiga dalam grup H.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tahun 2025 menjadi salah satu periode paling dinamis dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, sepak bola nasional bergerak di antara harapan besar, keputusan berani, serta kenyataan pahit yang harus diterima dengan kepala tegak.
Dari ruang rapat federasi hingga hiruk-pikuk stadion, dari pencapaian yang kurang maksimal hingga prestasi yang menumbuhkan kebanggaan, 2025 mencatatkan kisah lengkap tentang proses transformasi sepak bola Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.
Perjalanan sepak bola Indonesia sepanjang tahun ini tak hanya berbicara soal hasil pertandingan. Pergantian pelatih tim nasional, pembenahan kompetisi, penguatan peran daerah, hingga investasi serius pada pengembangan sumber daya manusia menjadi potret kesungguhan federasi membangun fondasi jangka panjang.
Di sisi lain, perjalanan tim nasional di berbagai level, baik senior maupun usia muda, menjadi cermin bahwa prestasi tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses yang berliku dan penuh ujian.
Kaleidoskop PSSI 2025 merangkum denyut sepak bola nasional bulan demi bulan. Ia menghadirkan cerita tentang kritik dan kepercayaan, kegagalan dan kebangkitan, serta upaya konsisten menata masa depan. Inilah catatan perjalanan sepak bola Indonesia sepanjang 2025, sebuah tahun pembelajaran yang akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari proses menuju sepak bola nasional yang lebih kuat, profesional, dan berkelanjutan.
Januari
Kegagalan Shin Tae-yong (STY) membawa Timnas Indonesia menembus semifinal Piala AFF 2024 memantik gelombang kritik dari pengamat dan publik sepak bola nasional. Isu pergantian pelatih tim nasional pun mulai ramai dibicarakan. Situasi memanas ketika salah satu anggota Exco PSSI mengunggah pernyataan di media sosial mengenai rencana pemutusan kerja sama dengan STY, meski kontraknya masih berlaku hingga 2027.
PSSI akhirnya resmi berpisah dengan pelatih asal Korea Selatan tersebut pada awal Januari 2026. Pada pertengahan bulan, federasi mengumumkan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.
Februari
Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk pertama kalinya menyatakan bahwa Piala Presiden 2025 akan diikuti oleh klub dari luar Indonesia. Terobosan ini menjadi langkah bersejarah bagi federasi dengan membuka ajang pramusim nasional ke level internasional.
Kaleidoskop Sepak Bola Nasional 2025: Jalan Panjang Berliku Menuju Transformasi dan Prestasi
Klik Source
No comments:
Post a Comment