
Paolo Maldini.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- AC Milan dalam kondisi krisis menjelang penutupan musim 2025/2026. Setelah tampil brilian pada awal musim, Milan saat ini terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Dalam kondisi ini, kerinduan terhadap sosok Paolo Maldini kembali mengemuka. Legenda Rossoneri itu kini memang tidak lagi berada di San Siro. Namun bagi Leonardo, yang juga salah satu legenda Rossoneri, kepergian Maldini meninggalkan luka yang belum benar-benar sembuh. Bukan hanya bagi Milan, menurut dia, melainkan juga bagi dunia sepak bola.
Leonardo secara terbuka mengaku “sakit hati” melihat Maldini tidak lagi menjadi bagian dari klub yang telah dibelanya selama lebih dari tiga dekade.
“Jika Anda memiliki Paolo Maldini di Milan, saya tidak tahu algoritma macam apa yang bisa mengatakan bahwa lebih baik tidak memilikinya,” kata Leonardo dikutip dari Football Italia, Senin (11/5/2026).
“Bukan hanya saya yang merasa sedih karena tidak melihatnya di sana. Itu juga menyakitkan semua orang,” lanjut pria Brasil tersebut.
Ucapan Leonardo muncul di saat Milan sedang berada dalam tekanan besar. Kekalahan beruntun dari Sassuolo dan Atalanta membuat Rossoneri terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Milan kini hanya mengoleksi 67 poin dan tertahan di posisi keempat bersama AS Roma dengan dua pertandingan tersisa. Situasi itu membuat kemarahan suporter semakin membesar. Sebelum kekalahan 2-3 dari Atalanta di San Siro, sebagian ultras bahkan menyerukan agar CEO klub Giorgio Furlani meninggalkan Milan.
Bagi banyak tifosi, hilangnya Maldini dianggap sebagai awal dari pudarnya identitas Rossoneri. Maldini sebelumnya memainkan peran penting dalam keberhasilan Milan menjuarai Serie A musim 2021/2022 sebagai direktur teknis klub. Namun hanya setahun berselang, ia dipecat manajemen dan hingga kini belum kembali bekerja di klub lain.
Leonardo Nilai Milan Kehilangan Sosok Maldini yang tak Tergantikan
Klik Source
No comments:
Post a Comment