Rabu 29 Agustus 2018 pagi, Pollycarpus Budihari Prijanto muncul dengan senyum semringah di hadapan wartawan di Balai Pemasyarakatan Bandung, Kota Bandung. Hari itu, dia tengah mengurus administrasi pembebasannya.
Ya, dia bebas murni terhitung Rabu ini setelah ditahan sejak 13 November 2014.
Mantan terpidana kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib itu, mengaku lega setelah menuntaskan proses hukumnya. "Senang sekali, sudah tidak ada beban lagi. Sudah enggak adalah (beban)," kata Pollycarpus.
Dia mengaku ditahan selama 10 tahun. "Totalnya dua tahun sama delapan tahun," kata dia.
Ia bebas bersyarat berdasarkan Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat (SKPB) yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan HAM tanggal 13 November 2014. Sejak menjalani masa hukuman itu, Pollycarpus mengatakan selalu melapor ke Bapas.
Kepala Balai Pemasyarakatan Bandung Hardjani Pudji Astin menjelaskan, masa status bebas bersyarat Pollycarpus telah berakhir hari Rabu.
"Memang sudah sesuai prosedurnya bahwa Pollycarpus berakhir masa bimbingannya hari ini," jelas Hardjani.
Lalu setelah bebas, apa rencana Pollycarpus? Akankah dia menemui istri Munir?
Pollycarpus mengatakan kemungkinan bertemu dengan Suciwati pasti ada. Terutama bertemu secara tidak sengaja.
"Ya kalau mau ketemu siapa aja boleh. Kalau saya ngedatangin, saya keperluannya apa?" kata Pollycarpus di Balai Pemasyarakatan Bandung, Rabu (29/8/2018).
"Tapi kalau suddenly kita ketemu, semua adalah teman," ucapnya.
Saat ini, dia ingin fokus pada kariernya di dunia penerbangan yang kembali dirintis melalui PT Gatari. Dia menjelaskan, perusahaan itu tengah berencana mengakuisisi perusahaan penerbangan.
"Ada rencana untuk mendatangkan zerocopter sejenis helikopter ringan untuk keperluan seluruh daerah di Indonesia," ujar Pollycarpus.
Dia pun tidak berminat terjun ke dunia politik. "Yang ngajak sih banyak, cuma tenaga saya cuma satu. Ya teman-teman aja ngajakin di mana aja cuma saya enggak suka politik," tegasnya.
Pollycarpus sempat disebut-sebut bergabung dengan Partai Berkarya. Namanya masuk dalam kepengurusan partai besutan Tommy Soeharto itu.
Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang, lah yang mengungkap hal tersebut. Dia mengatakan Pollycarpus mendaftar menjadi anggota Partai Berkarya di DPD Tangerang.
Namun, Pollycarpus menampiknya.
Sementara itu, ketika ditanya apakah dirinya merasa dikorbankan dalam kasus pembunuhan Munir, Pollycarpus menjawab tidak.
"Itu sih dari dulu, sudah-lah ya (kasus kematian Munir) mau diapain lagi, kita sudah jalani (hukuman). Saya juga bingung ya (dikorbankan). Jadi ya, ini garis tangan yang sudah saya jalani," ungkapnya.
Namun, bila kasus ini dibuka kembali, Pollycarpus mengatakan siap. "Siap, buka-bukaan. Oke aja," tutur dia.
https://www.liputan6.com/news/read/3631286/headline-pollycarpus-bebas-murni-kasus-pembunuhan-munir-dipaksa-berakhir
No comments:
Post a Comment