:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2345269/original/076625100_1535587992-asian_games_nomor_tunggal_puteri_soft_tenis__1_.jpg)
Jepang berhasil menyabet medali Emas, disusul Chinese Taipei di medali Perak serta Indonesia dan Tiongkok yang meraih medali Perunggu di cabor soft tenis nomor tunggal puteri (Liputan6.com / Nefri Inge)
Di laga semifinal Asian Games 2018, Dwi Rahayu sempat memimpin pertandingan dengan skor 2-1. Namun saat petenis lawan mengubah strategi, Ayang merasa kewalahan menghadapinya.
“Saat pelatihnya mengarahkan lawan untuk ubah strategi, saya melihat permainannya berubah. Lawan sering melempar volley, saya kehilangan poin di volley kiri, tidak tahu kenapa bisa begitu,” katanya kepada Liputan6.com.
Lawannya yang masuk ke babak final, ternyata harus merasakan kekalahan serupa saat menghadapi petenis Jepang, Noa Takahasi. Chuling Cheng harus puas berada di peringkat kedua dengan perolehan medali perak, saat Noa Takahashi memimpin pertandingan hingga skor akhir 4-3. (Nefri Inge)
No comments:
Post a Comment